Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, bahkan kinerja pendidikan yaitu gabungan angka partisipasi kasar ( APK ) jenjang pendidikan dasar sampai dengan usia dengan pendidikan tinggi dan angka melek huruf digunakan sebagai variabel dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) bersama-sama dengan variabel kesehatan dan ekonomi.4

Pemerintah Kota Bau-Bau telah menjadikan isu pendidikan selain kesehatan sebagai isu utama yang prioritas dan strategis. Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bau-Bau dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, baik melalui peningkatan akses masyarakat pada berbagai jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai pendidikan menengah maupun melalui peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga didik. Pembangunan pendidikan di Kota Bau-Bau diarahkan pada kompetensi penguasaan tehnologi informasi yang akan mempermudah akses informasi bagi siswa agar menjelajahi dunia maya ,mengeksplorasi sumberdaya pendidikan. Untuk mendukung proses tersebut disetiap sekolah secara bertahap telah dilengkapi dengan komputer dan piranti lunaknya guna mewujudkan perpustakaan digital disetiap sekolah.

Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan khususnya gedung sekolah telah menunjukkan peningkatan yang pesat selama kurun waktu 2003 – 2007, yakni :

Jenis Sarana

2003

2004

2005

2006

2007

TK/RA

47

52

54

55

60

SD/MI/SDLB

63

67

70

73

76

SMP/MTs/SMPLB

19

22

25

27

29

SMA/SMK/MA

16

19

21

21

22

Sumber data : Diknas Kota Bau-Bau (2008), diolah.

Salah satu indikator untuk menunjukkan kemajuan dibidang pendidikan adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Selama periode tahun 2003 – 2007 Pemerintah Kota Bau-Bau telah membangun sejumlah lembaga pendidikan mulai dari tingkat TK sampai dengan tingkat SMU/SMK Sampai dengan tahun 2007 jumlah TK yang merupakan sarana pendidikan anak usia dini telah mencapai 60 buah, dengan jumlah siswa sebanyak 3011 orang. Diberbagai jenjang pendidikan telah menunjukkan peningkatan yang cukup memadai. Lembaga pendidikan Anak usia dini (TK) pada tahun 2007 sebanyak 60 buah. Sedangkan jumlah siswa TK tahun 2007 sebanyak 3311 siswa. Angka Partisipasi PAUD Kota Bau-Bau pada tahun 2003 sebesar 44,32%, tahun 2004 sebesar 41,17%, tahun 2005 sebesar 49,12 %, tahun 2006 sebesar 50% dan tahun 2007 sebesar 59,88 %. Perkembangan jumlah siswa TK tahun 2003-2007.

Jumlah SD/MI pada tahun 2007 sebanyak 76 buah SD/MI meliputi 67 SD dan 7 MI dan 2 SLB. Sedangkan jumlah siswa SD/MI mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.


Jumlah Siswa SD/MI/SLB Kota Bau-Bau Tahun 2003 -2007 :

Siswa

2003 2004 2005 2006 2007

- SD

17.110 17.003 17.127 17.815 17.493

 - MI

201 400 581 631 645

Jumlah

17.311 17.403 17.708 18.446 18.138

Sumber data : Dinas Pendidikan Kota Bau-Bau (tahun 2008), diolah.

Jumlah SMP/MTs pada tahun 2007 sebanyak 29 buah .Pada tahun 2007 meliputi 21 SMP dan 7 MTs dan 1 SMPLB. Jumlah siswa SMP/MTs mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.


Jumlah Siswa SMP/MTs Kota Bau-Bau Tahun 2003 -2007 :

Siswa

2003 2004 2005 2006 2007

- Siswa SMP

7.352

7.006 7.234 7.342 7.091

 - Siswa MTs

485 368 346 458 394

Jumlah

7.837 7.374 7.580 7.800 7.485

Sumber data : Dinas Pendidikan Kota Bau-Bau (2008), diolah.

Angka Partisipasi Pendidikan SMP/MTs Kota Bau-Bau pada tahun 2003 sebanyak 88,78 %, tahun 2004 sebanyak 83,96%, tahun 2005 sebanyak 94,77 %, tahun 2006 sebanyak 96,75 %, dan tahun 2007 sebanyak 98,73 %.

Jumlah sekolah SMA/ SMK/ MA pada tahun 2007 sebanyak 21 sekolah yang meliputi 10 SMA,3 MA,1 SMLB dan 7 SMK. Jumlah siswa SMA/ SMK/ MA/SMLB pada tahun 2003 sebanyak 9263 orang, tahun 2004 sebanyak 10.564 orang, tahun 2005 sebanyak 9.657 orang tahun 2006 sebanyak 9.464 orang dan tahun 2007 sebanyak 9.657 orang.
Angka Partisipasi Pendidikan SMA/ SMK/ MA Kota Bau-Bau pada APK tahun 2003 sebanyak 65.48 , tahun 2004 sebanyak 121.80 %, tahun 2005 sebanyak 108.09 %, tahun 2006 sebanyak 81,27 %. dan tahun 2007 sebanyak 78,96 %. Angka Partisipasi Murni ( APM ) tahun 2003 sebanyak 89,70 % tahun 2004 sebanyak 90,73 %,tahun 2005 sebanyak 77,18 %, tahun 2006 sebanyak 57,13 % dan tahun 2007 sebanyak 57,58 % .

Gambaran Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat TK, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/SMK/MA/SMALB di Kota Bau-Bau tahun 2004–2007 dan proyeksi tahun 2008, yaitu :


APK,APM, di TK/SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA di Kota Bau-Bau Tahun 2004-2008 :

Uraian 2004 2005 2006 2007 2008*)

APK

TK/SD/MI/SDLB

35,27 48,35 40,66 41,27 41,88

SMP/MTs/SMPLB

83,96 94,77 96,75 97,09 97,67

SMA/SMK/MA/SMALB

121,80 108,09 81,27 78,96 79,07

APM

TK/SD/MI/SDLB

92,23 89,61 83,28 79,16 75,05

SMP/MTs/SMPLB

62,15 71,01 74,17 65,99 70,02

SMA/SMK/MA/SMALB

90,73 77,18 57,13 57,58 58,67

Sumber data : Diknas Kota Bau-Bau (2008), diolah

Jumlah perguruan tinggi di Kota Bau-Bau sampai dengan tahun 2007 sebanyak 6 (enam) perguruan tinggi masing-masing UNIDAYAN, STAI, UNISBUN, UMB, AMI MILAN, dan AKPER, STIKES-IST BUTON. Sementara itu jumlah mahasiswa yang kuliah pada perguruan tinggi tersebut pada tahun 2002/2003 sebanyak 131 orang, tahun 2003/2004 sebanyak 132 orang, tahun 2004/2005 sebanyak 366 orang, tahun 2005/2006 sebanyak 1125 orang, dan tahun 2006/2007 sebanyak 4403 orang.

Pendidikan luar sekolah (PLS) sampai dengan tahun 2007 mengalami peningkatan jumlah warga belajar (WB) yaitu tahun 2003 sebanyak 20 orang, tahun 2004 sebanyak 80 orang, tahun 2005 sebanyak 80 orang tahun 2006 dan tahun 2007 sebanyak 120 orang. Rincian masing-masing Wajib Belajar PLS, yaitu :


Jumlah Warga Belajar PLS Kota Bau-Bau Tahun 2003 -2007 :

No. WB 2003 2004 2005 2006 2007
1. WB Paket A - 20 40 40 40
2. WB Paket B - 40 40 80 40
3. WB Paket C 20 20 - - -
Jumlah 20 80 80 120 80

Sumber data : Diknas Kota Bau-Bau (2008), diolah.

Mulai tahun 2008 Pemerintah Kota Bau-Bau melakukan terobosan baru di bidang pendidikan yakni program pemberian makanan tambahan bagi sekitar 30.000 anak sekolah di seluruh Kota Bau-Bau. Program ini dimaksudkan tidak semata untuk peningkatan gizi anak sekolah, akan tetapi bertujuan menambah jumlah kalori/energi bagi anak sekolah, pertambahan kalori tersebut akan menambah prodktivitas belajar dan akhirnya anak sekolah akan semakin banyak menyerap informasi mengelolanya sesuai kemampuan kognisinya. Dalam jangka panjang program ini bertujuan menghasilkan kualitas sumberdaya manusia yang mampu bersaing di era global serta bisa berkontribusi pada pembangunan daerah bangsa dan negara.