Pelabuhan Baubau
Posisi Kota Baubau yang strategis merupakan pintu gerbang pelayaran bagi kapal laut yang berasal dari kawasan Barat ke kawasan Timur Indonesia
Oleh : Bardin
Momen bulan suci ramadhan senantiasa disambut penuh suka cita oleh seluruh kaum muslimin. Sebab, bulan ini diyakini merupakan bulan penuh berkah.
Bagaimana kebiasaan masyarakat Buton menyambut kedatangan bulan suci ramadhan? Setiap peringatan hari hari besar Islam, masyarakat Buton khususnya di Kota Baubau senantiasa menggelar ritual khusus sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. Memasuki pembukaan puasa, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat kota Baubau. Setiap memasuki permulaan puasa, para ibu rumah tangga disibukkan dengan aktivitas dapur yang sedikit berbeda dengan hari hari biasa.
Aktivitas pasar pun sehari menjelang hari pertama puasa juga berbeda. Di beberapa lokasi pasar bermunculan pedagang musiman yang menjajakan janur kuning kelapa. Kehadiran penjual janur kuning ini pun langsung diserbu para ibu rumah tangga yang akan digunakan sebagai pembungkus Lapa Lapa. Sejenis makanan khas yang khusus dihidangkan pada sahur pertama di bulan ramadhan. Makanan ini terbuat dari beras yang dicampur dengan santan kelapa kemudian dibungkus dengan janur kelapa setelah dilapisi daun pisang pada bagian dalam.
Meski tidak berlaku secara umum, namun pemandangan ini menjadi unik sebab setiap kehadiran para penjual janur bagi masyarakat Buton menjadi pertanda bahwa akan datang sebuah perayaan yang bernuansa Islami.
Sebut saja hari raya Idul Fitri atau setiap pergantian bulan Hijriah biasanya ketika itu pasar pasar yang ada di Kota Baubau mulai dihiasi penjual janur kuning seolah mengingatkan setiap pengunjung akan datangnya sebuah hari besar Islam. Maklum, Kota Baubau dikenal sebagai pusat peradaban Islam dengan kesultanannya yang hingga kini masih kental dengan ritual adat dan bernuansa Islami.
Ritual ritual Islam warisan masa kesultanan hingga kini masih tetap menjadi kebiasaan masyarakat. Ada sebutan khusus bagi masyarakat Buton untuk permulaan puasa yakni ‘Tembaana Bula’. Ritual ini dilakukan pada masa kesultanan untuk memantau datangnya 1 malam Ramadhan yang dilakukan para orang orang tua dan pemuka syara. Selanjutnya diumumkan kepada seluruh masyarakat bahwa malam pertama puasa telah tiba. Seiring perkembangan zaman ritual ini kini sudah jarang dilakukan. Namun, setiap menjelang ramadhan masyarakat Buton masih teringat dengan ritual ini.
Yang masih tersisa adalah ritual pelaksanaan Shalat Tarwih di beberapa malam Ramadhan, seperti malam pertama (Tembaana Bula), Malam Nuzul Quran ke-17 (Qunua), malam 27 (Qadiri/ lailatur Qadar). Pada malam tersebut shalat tarwih dilaksanakan tepat pada pukul 00.00 malam yang dirangkai dengan sahur bersama yang dilakukan perangkat Syara Masjid Agung Keraton Buton bersama pemerintah daerah.
- Kamis, 5 Januari 2012Baubau dan Korea Pererat Kerja Sama
- Senin, 1 September 2008Masyarakat Gonda Baru Dukung Pengelolaan Tambang Aspal
- Senin, 19 Oktober 2009Bawapabari Konsep Pengembangan Buton Raya
- Selasa, 15 September 2009Peningkatan & Pengembangan RSUD Menuju Akreditasi B
- Kamis, 19 Nopember 2009Hasidin Sadif Janji Perjuangkan Kepentingan Masyarakat








