Pelabuhan Baubau
Posisi Kota Baubau yang strategis merupakan pintu gerbang pelayaran bagi kapal laut yang berasal dari kawasan Barat ke kawasan Timur Indonesia
Kecamatan
Dinas dan Instansi
Selasa, 13 Desember 2011
Benteng Keraton Buton Diusulkan Masuk Daftar Peninggalan Dunia
BAUBAU, baubaupos.com - Direktorat Sejarah dan Purbakala Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan RI, Syaiful Mujahid SH takjub dengan potensi cagar budaya di Kota Baubau, salah satunya Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia akan dinominasikan masuk dalam kawasan Cagar Budaya Nasional dan akan diusulkan masuk daftar peninggalan dunia.
Direktorat Sejarah dan Purbakala Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan RI, Syaiful Mujahid SHh, menegaskan potensi cagar budaya di Kota Baubau sangat besar dengan banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah salah Satunya Benteng Keraton Buton yang terletak di Kota Baubau yang merupakan Benteng terluas di Dunia, yang dapat dinominasikan dalam kawasan Cagar Budaya Nasional dan akan diusulkan masuk daftar peninggalan dunia, " Benteng keraton Buton merupakan suatu hal yang sangat menarik dan sangat menakjubkan, harapannya kalau memang benteng itu terpelihara dan dia dapat memberikan informasi penting tentang peninggalan budaya masa lalu yang ada di Kota Baubau ini, mungkin kita akan menominasikan pertama masuk kedalam yang kita sebut dengan kawasan cagar budaya secara nasional dan mungkin kita mengusulkan masukan kedalam daftar peninggalan budaya dunia, " kata syaiful usai pembukaan bimbingan teknis pelestarian cagar budaya se sultra yang diadakan di aula Grand Hanura Hotel (kamis/8/12) yang dibuka secara resmi oleh Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
seperti diketahui lanjut Syaiful, kembalinya kebudayaan pada Kementrian Pendidikan merupakan momen yang tepat untuk melirik sejarah Buton utnuk dimasukan dalam kurikulum pendidikan sejarah nasional, " bahwa sekarang ini adalah momen yang tepat, kembalinya bidang kebudayaan kepada dunia pendidikan, tentu kita akan lebih mampu membuat silabus atau membuat bahan pengajaran kurikulum yang berkaitan dengan muatan lokal termasuk untuk pendidikan sejarah nasional namun nanti kita lihat konteks kesejarahan Buton dalam konteks sejarah nasional kita dapat menempatkan sebagai bagian dari itu, yang diperukan adalah informasi dan banyak peneliti-peneliti yang mengungkapkan itu, ya kenapa tidak, supaya bisa masuk dalam kurikulum sejarah nasional," tegas Syaiful.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim,menurutnya kegiatan Bintek pelestarian cagar budaya se Sultra sekaligus sosilaisasi UU No 11/2010 yang diadakan di Kota Baubau merupakan suatu hal yang sangat tepat, sebagai penyadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian cagar budaya, sekaligus untuk menambah wawasan bagi para pelaku yang berkompetensi dalam bidang tersebut.
" kegiatan bimbingan tekhnis pelestarian budaya sekaligus sosialisasi dari UU No 11/2010 sebagai cagar budaya ditempatkannya di Baubau ini saya kira sangat tepat, karena didalam dinamika kita membangun Baubau baik pemerintah dan masyarakat, tidak sedikit dari dinamika itu yang menyentuh cagar budaya yang kita miliki yang seharusnya cagar budaya itu adalah suatu kekayaan, sesuatu nilai sejarah juga sebagai jati diri, tetapi karena semangat dinamika itu biasanya kita alpa dan lalai bahwa cagar budaya yang bernilai besar itu bisa saja punah karena keteledoran kita. Bimbingan tes ini adalah suatu bentuk penyadaran sekaligus peningkatan wawasan kita, khusus para pelaku yang mempunyai kompetensi tentang ini, bisa menjaga bersama-sama sehingga masyarakat akan sadar dan juga jajaran pemerintah akan sadar bahwa betapa besar nilai cagar budaya yang koita miliki yang mungkin saja tidak bisa kita ulangi dari pada sejarah kedepan kita, " ucap Amirul.
Namun Amirul mengakui lemahnya Sumber Daya Alam (SDM) tentang hal tersebut, hal ini diungkapkannya sebagai contoh minimnya tenaga pengajar bidang kesenian dan kebudayaan di Kota Baubau, bahkan dibeberapa sekolah nyaris tidak ada tenaga pengajar dibidang tersebut.
"kelemahan kita selama ini adalah memang sumber daya manusia kita yang terlibat didalam berbicara tentang kebudayaan atau yang ingin mengajak kita berbicaratentang kebudayaan itu sedikit, contoh kongkritnya saja disekolah-sekolah, paling terbatas dan hampir tidak ada dibeberapa sekolah-sekolah yang namanya guru kesenian dan kebudayaan, bagaimana kita mau mengharapkan bahwa kita berbicara budayasedangkan anak didik kita sumber daya manusianya yang pewaris masa depan tidak mengikuti akar budaya yang dimilikinya, " ungkap Amirul
Melihat kondisi seperti ini, pemerintah Kota Baubau bukan hanya tinggal diam, Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim, telah berupaya menambah tenaga pengajar di bidang seni dan budaya. Hal ini dilihat dalam setiap penerimaan pegawai negeri, pemerintah selalu membuka lowongan guru kesenian. Namun Amirul juga berharap agar orang-orang yang mempunyai pendidikan dibidang tersebut agar lebih mendalami dan menekuni bidangnya.
"setiap penerimaan pegawai, kita selalu porsikan guru kesenian tapi ternyata orang yang berminat kebidang itu sangat kecil, mungkin saran kita agar orang-orang yang mempunyai pendidikan dibidang seni dan budaya, agar bisa mendalami dan menekuni bidang itu karena potensi dari anda dibutuhkan dan diharapkan untuk itu, " tutup Amirul. (sumber: baubaupos)
seperti diketahui lanjut Syaiful, kembalinya kebudayaan pada Kementrian Pendidikan merupakan momen yang tepat untuk melirik sejarah Buton utnuk dimasukan dalam kurikulum pendidikan sejarah nasional, " bahwa sekarang ini adalah momen yang tepat, kembalinya bidang kebudayaan kepada dunia pendidikan, tentu kita akan lebih mampu membuat silabus atau membuat bahan pengajaran kurikulum yang berkaitan dengan muatan lokal termasuk untuk pendidikan sejarah nasional namun nanti kita lihat konteks kesejarahan Buton dalam konteks sejarah nasional kita dapat menempatkan sebagai bagian dari itu, yang diperukan adalah informasi dan banyak peneliti-peneliti yang mengungkapkan itu, ya kenapa tidak, supaya bisa masuk dalam kurikulum sejarah nasional," tegas Syaiful.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim,menurutnya kegiatan Bintek pelestarian cagar budaya se Sultra sekaligus sosilaisasi UU No 11/2010 yang diadakan di Kota Baubau merupakan suatu hal yang sangat tepat, sebagai penyadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian cagar budaya, sekaligus untuk menambah wawasan bagi para pelaku yang berkompetensi dalam bidang tersebut.
" kegiatan bimbingan tekhnis pelestarian budaya sekaligus sosialisasi dari UU No 11/2010 sebagai cagar budaya ditempatkannya di Baubau ini saya kira sangat tepat, karena didalam dinamika kita membangun Baubau baik pemerintah dan masyarakat, tidak sedikit dari dinamika itu yang menyentuh cagar budaya yang kita miliki yang seharusnya cagar budaya itu adalah suatu kekayaan, sesuatu nilai sejarah juga sebagai jati diri, tetapi karena semangat dinamika itu biasanya kita alpa dan lalai bahwa cagar budaya yang bernilai besar itu bisa saja punah karena keteledoran kita. Bimbingan tes ini adalah suatu bentuk penyadaran sekaligus peningkatan wawasan kita, khusus para pelaku yang mempunyai kompetensi tentang ini, bisa menjaga bersama-sama sehingga masyarakat akan sadar dan juga jajaran pemerintah akan sadar bahwa betapa besar nilai cagar budaya yang koita miliki yang mungkin saja tidak bisa kita ulangi dari pada sejarah kedepan kita, " ucap Amirul.
Namun Amirul mengakui lemahnya Sumber Daya Alam (SDM) tentang hal tersebut, hal ini diungkapkannya sebagai contoh minimnya tenaga pengajar bidang kesenian dan kebudayaan di Kota Baubau, bahkan dibeberapa sekolah nyaris tidak ada tenaga pengajar dibidang tersebut.
"kelemahan kita selama ini adalah memang sumber daya manusia kita yang terlibat didalam berbicara tentang kebudayaan atau yang ingin mengajak kita berbicaratentang kebudayaan itu sedikit, contoh kongkritnya saja disekolah-sekolah, paling terbatas dan hampir tidak ada dibeberapa sekolah-sekolah yang namanya guru kesenian dan kebudayaan, bagaimana kita mau mengharapkan bahwa kita berbicara budayasedangkan anak didik kita sumber daya manusianya yang pewaris masa depan tidak mengikuti akar budaya yang dimilikinya, " ungkap Amirul
Melihat kondisi seperti ini, pemerintah Kota Baubau bukan hanya tinggal diam, Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim, telah berupaya menambah tenaga pengajar di bidang seni dan budaya. Hal ini dilihat dalam setiap penerimaan pegawai negeri, pemerintah selalu membuka lowongan guru kesenian. Namun Amirul juga berharap agar orang-orang yang mempunyai pendidikan dibidang tersebut agar lebih mendalami dan menekuni bidangnya.
"setiap penerimaan pegawai, kita selalu porsikan guru kesenian tapi ternyata orang yang berminat kebidang itu sangat kecil, mungkin saran kita agar orang-orang yang mempunyai pendidikan dibidang seni dan budaya, agar bisa mendalami dan menekuni bidang itu karena potensi dari anda dibutuhkan dan diharapkan untuk itu, " tutup Amirul. (sumber: baubaupos)
Berita Lainnya
- Sabtu, 14 Agustus 2010Pemerintah Korea Lirik Potensi Pertanian Baubau
- Rabu, 25 Juni 2008Asrama Mahasiswa Bau-Bau Termegah di Sultra
- Senin, 27 September 2010Komisi 8 Akan Kunjungi Pemukiman Pengungsi
- Kamis, 14 Januari 2010Walikota Bau-Bau dan Dubes Korea Selatan Bertemu di Jakarta
- Jum'at, 10 Februari 2012Terminal BBM Baubau Resmi Beroperasi









