Bantuan rumah untuk Kota Baubau yang merupakan program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam rangka pemberdayaan dan penanggulangan masyarakat miskin dalam program BSP2S diterima dua Kecamatan yakni Lea-lea dan Murhum.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau Drs Sudjiton ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan bantuan tersebut merupakan program nasional untuk penanggulangan kemiskinan dimana program tersebut tidak hanya dimonopoli oleh satu Kementerian saja, namun ada sekitar sepuluh Kementerian yang masing-masing bisa mengambil peran tersebut.
Lanjutnya pada Rabu (23/11) Kota Baubau telah mendapat bantuan program tersebut dari Kemenpera dimana bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang konsepnya masyarakat miskin mendapat bantuan yang layak.
Tambahnya lagi program bantuan rumah tersebut dibagi dalam beberapa menu yakni memberikan stimulan atau perbaikan kualitas rumah, peningkatan pembangunan rumah baru serta perbaikan sarana umum.
Di Kecamatan Lea-lea terdapat 50 KK dimana semuanya mendapat bantuan pembangunan rumah baru 10 juta untuk satu KK. Sementara untuk Kecamatan Murhum yang terkonsentrasi di Kelurahan Waborobo juga diberikan kepada 50 KK dimana bantuan yang diterima merupakan kombinasi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru, termasuk pembangunan dan perbaikan sarana umum.
Sudjiton juga mengatakan dipilihnya Kecamatan Lea-lea dan Murhum yang terkonsentrasi di Kelurahan Waborobo karena melihat urugensi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang harus ada pemerataan.
"Selain itu Lea-lea juga masuk sebagai salah satu wilayah stategis kita yang akan didorong kedepan menjadi satu titik perkembangan baru. Olehnya itu kita menganggap bahwa satu wilayah strategis yang supaya cepat tumbuh tentu juga harus diikuti oleh pertumbuhan masyarakatnya. Bisa kita bayangkan kalau masyarakatnya sudah tumbuh harga tanah sudah bagus, sudah menjadi daerah transit lintas karena disana akan dibangun jembatan penyeberangan," terangnya.
Selain itu Sudjiton juga menjelaskan bantuan tersebut merupakan program jangka panjang dari pemkot Baubau untuk bagaimana dari pembangunan perumahan dan pemukina bisa terintegrasi secara keseluruhan, sehingga semua program dari kementerian dan Departemen bisa dikolaborasikan dalam konsep yang lebih luas dan bedimensi jangka panjang dan berjalan secara terus menerus.
Sementara itu untuk penerima bantuan Sudjiton mengatakan tetap mengacu kepada petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kemepera dimana syarat-syaratnya penerima sebelumnya harus memiliki lahan terlebih dahulu, serta melalui seleksi dari tim Lembaga Keungan Mikro dan lurah.
"Supaya petunjuk teknis ini untuk bagaimana terseleksi kepada orang-orang yang tepat sasaran. Kan tidak mungkin di satu lokasi itu seluruh masyarakatnya menerima, dan kalau kita lihat jika masih ada yang belum tetap menjadi catatan kita, nanti ada peluang lain lagi kita akan sentuh," ungkapnya.
Kata Sudjiton, menambahkan dengan adanya batuan tersebut pemerintah Kota Baubau akan membangun link untuk tidak hanya mengharapkan stimulasi secara fisik namun harus berkelanjutan kedepan. Olehnya itu ada kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional agar rumah-rumah tersebut tanahnya akan disertifikatkan secara gratis.
"Itu juga sudah ada dari Badan Pertanahan Nasional untuk program mereka menanggulangi kemiskinan, jadi ada kolaborasi antara Kemenpera dan Badan Pertanahan dan juga kita dari APBD daerah akan melihat celah-celah dimana celah yang harus kita sentuh lagi agar satu keluarga yang berpenghasilan rendah tadi agar tumbuh secara berkualitas kedepan," tutup Sudjiton. (dikutip dari BauBaupos edisi 27 November 2011)
- Kamis, 2 Desember 2010Baubau Harapan Satu Kota Peduli Kehutanan Tingkat Nasional
- Kamis, 21 Mei 2009Pemerintah Kota Bau-Bau menyelenggarakan acara hari kebangkitan nasional ke 101
- Rabu, 23 Desember 2009Walikota Bau-Bau Disambut Meriah di Korea Selatan
- Senin, 16 Februari 2009APEKSI VI Lahirkan Gerakan "Dari Timur Indonesia Bangkit"
- Rabu, 20 Januari 2010Amirul Beri Apresiasi Peran Wanita Dalam Pembangunan










