Gubernur Sultra H Nur Alam SE usai peletakkan batu pertama pembangunan gedung Islamic Centre Baubau di kawasan Kota Mara Kamis (13/10) mengatakan pembangunan gedung Islamic Centre Baubau bernilai monumental karena merupakan salah satu wilayah atau kesejarahan dimana di lokasi ini terutama di batu poaro ketika pertama kali datang seorang syekh yang bernama Abdul Wahid yang pertama kali menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di di seantero kepulauan maupun eks Kesultanan Buton.
Apalagi, saat ini Kota Baubau tengah memperingati lahirnya yang ke-470 begitu sehingga semua memiliki rasa kagum, rasa bangga, rasa hormat bahkan rasa ingin berkonsultasi secara imajiner dengan para sesepuh pendahulu dimana ratusan tahun yang lalu saat-saat pertama kota ini dihuni oleh manusia dan menjadi sebuah kota yang terus terukir dan terpelihara hingga sekarang ini. Demikian pula dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Centre yang mulai terasa dalam perspektif dinilai hanyalah sebuah acara seremonial sebagaimana biasa layaknya bangunan atau pembangunan strategis lain dengan harapan hari ini dibangun sesuai perencanaan satu dua tahun yang akan datang.
Namun menurut ketua DPW PAN Sultra ini, momentum historikal itu akan memiliki nilai yang jauh lebih tingg dengani apa yang dipikirkan dan dirasakan saat ini. "Nilai inilah yang semoga dan mudah-mudahan dibawah ridho dan bimbingan Allah SWT akan menjadikan spirit daya juang dan renungan buat generasi yang akan datang. Mungkin kita semua sudah menjadi bangkai di dalam kubur dan mungkin saja tulang belulang sudah hancur bersama dengan tanah. Tapi bangunan ini menjadi saksi sebuah perjalanan sejarah komitmen dan iktiar semuanya khususnya pemerintah dan seluruh umat Islam yang ada di Kota Baubau terus mempertahankan nilai-nilai budaya islam dan mempersiapkan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar syiar Islam ini berkembang maju dan pesat. Saya yakin apa yang kita lakukan bersama-sama hari ini Gubernur, walikota dan muspida pada tataran kelembagaan mencatat satu rekor jihad yang dicatat oleh malaikat untuk fasilitas yang dibuat untuk masa yang akan datang,"ungkap Nur Alam.
Gubernur Sultra Nur Alam memberikan penghargaan dan penghormatan yang tulus atas nama pemerintah, masyarakat dan pribadi kepada Pemkot Baubau khususnya Walikota Baubau Amirul Tamim yang telah mendesain dan sekaligus melaksanakan sebuah pembangunan Kota Baubau yang sangat spektakuler dalam kurun waktu 6 tahun efektif hingga saat ini mampu melanjutkan pembangunan kota Baubau yang spektakuler, efektif, efesien, optimal merubah wajah Kota Baubau dalam begitu waktu yang sangat singkat sehingga siapa pun tidak ada yang pernah ragu. Bahkan, Kota Baubau kini adalah wujud kota modern yang mini dan memiliki fasilitas yang setara dengan ibukota provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si membeberkan, perkembangan Islam yang begitu pesat sampai dengan hari ini diakui bahwa Al Qur'an tidak akan sampai dibahas sehingga diperlukan suatu tempat kajian-kajian dari pada Islam dan Islamic Centre Baubau yang akan dijadikan sebagai tempat kajian Islam. Dan pembangunan tidak akan berarti kalau hanya pembangunan fisik tanpa pembangunan rohani. Olehnya itu, Baubau didalam mempersiapkan dirinya tidak mengabaikan tentang pembangunan rohani dan Islamic Centre satu dari pembangunan rohani itu. Kawasan ini akan mempunyai arti tersendiri dan sebagai penangkal karena bila orang melihat Baubau akan berpendapat hiburan apa yang akan didapat di Baubau. Namun begitu melihat gedung Islamic Centre di kawasan pesisir maka akan berubah dalam memaknai Kota Baubau. "Inilah salah satu alasan Islamic Centre disimpan di kawasan pesisir,"ujarnya
Islamic Centre tambahnya dibangun di kawasan pantai Kota Mara luasnya 21 Hektar yang diletakkan berdekatan dengan situs batu poaro sebagai asal mula masuknya Islam di jazirah tanah Buton. Islamic Centre dibangun diatas lahan 0,5 hektar terdiri dari dua lantai dimana lantai kedua untuk tempat beribadah yang dapat menampung 1600 jamaah dan fungsi pendukung lainnya berada di lantai dasar yang terdiri dari kantor perpustakaan, taman pendidikan anak, ruang pengelola dan ruang serba guna. Jumlah tiang utama 17 buah menandakan 17 rakaat dalam shalat fardhu dan tiang pendukungnya 99 buah yang berarti 99 sifat-sifat Allah atau Asmaul Husna. Pembangunan direncanakan dalam beberapa tahapan dengan total biaya sebesar Rp 30 M. Dan pembangunan tahap pertama yang bersumber dari dana APBD Kota Baubau tahun 2011 sebesar Rp 3,9 M dan akan didukung pula dana APBN melalui program revitalisasi kawasan. Desain masjid berasal dari Timur Tengah Turki terilhami negara asal pembawa agama Islam di Baubau Syekh Abdul Wahid. Disamping itu, selasar yang menghubungkan bangunan akan terlihat tulisan yang berlafaskan Allah apabila dilihat dari pesawat udara. LAY
- Selasa, 9 Agustus 2011Amirul Usulkan Jalan Lingkar Pelabuhan-Bandara
- Jum'at, 29 Oktober 2010Amirul Fasilitasi Kerja Sama Pa Chai University dan Unidayan
- Rabu, 4 Mei 2011Amirul Tamim: Poles Kotamara, Tangkap Kejenuhan Makassar
- Minggu, 29 Agustus 2010Baubau Sudah Siap Jadi Kota Pendidikan
- Rabu, 20 Juli 2011Pasali Merupakan Manifestasi Agama, Humanisme dan Adat










