Baubau Logo
Prosesi Upacara Adat Tuturangiana Andala
Proses upacara adat ini dilaksanakan pada Festival Perairan Pulau Makassar 2008
Proses upacara adat ini dilaksanakan pada Festival Perairan Pulau Makassar 2008
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Rabu, 7 September 2011
BMKG Pilih Baubau Lokasi Sosialisasi Perubahan Iklim

Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) pusat memilih Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai salah satu kota di Indonesia guna dijadikan lokasi sosialisasi perubahan iklim di Indonesia. Selain Kota Baubau, BMKG pusat juga memilih empat kota lainnya yakni Batu Malang Jawa Timur, Indramayu Jawa Barat, Kanal Muara Jakarta, dan Serdang Bagadai Sumatera Utara.

DR Edvin Aldrian Kepala Pusat Perubahan Iklim BMKG saat sosialisasi perubahan iklim bagi petani, nelayan dan masyarakat umum melalui program radio di salah satu hotel di Baubau Rabu (7/9) mengatakan, pemilihan Baubau sebagai salah satu lokasi untuk sosialisasi perubahan iklim didasarkan komitmen yang sangat kuat dari Pemkot Baubau untuk mendukung program-program BMKG pusat. Bahkan, dalam workshop internasional yang digelar BMKG beberapa waktu yang lalu, Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si turut hadir mengikuti hajatan BMKG tersebut.

Menurut Edvin, BMKG dalam melakukan sosialisasi perubahan iklim bekerja sama dengan beberapa instansi yakni LIPPI, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pendidikan Nasional dan BPPT. Sehingga, diharapkan dengan adanya program ini terjadi interaksi dengan masyarakat terutama pemahaman informasi peta kerentanan perubahan iklim yang ditekankan pada peta informasi kecendrungan dan potensi bencana iklim berdasarkan data curah hujan. Selain itu, juga disosialisasikan informasi peta dry speel atau hari tanpa curah hujan berturut-turut dan wet spell (hari dengan hujan berturut-turut), serta informasi hujan asam,  kecenderungan arah kecepatan angin permukaan dan udara atas, termasuk kecenderungan suhu udara.

Sementara itu, Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir perubahan iklim sangat berdampak pada pergeseran penghasilan baik petani maupun nelayan karena yang bersentuhan langsung dengan perubahan iklim. Untuk itu, dengan program sosialisasi perubahan iklim yang dilakukan BMKG harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pelayan sebagai peserta. "Kita patut
bersyukur diantara lima daerah yang diseleksi dari seluruh Indonesia, Kota Baubau masuk dalam sasaran program yang diusulkan," katanya.

Amirul Tamim mengungkapkan, dampak yang dihadapi para nelayan dan petani akibat perubahan iklim
yang tidak menentu yang mengakibatkan hasil panen tanaman baik jambu mente dan hasil pertanian lainnya tidak maksimal. Oleh sebab itu, kegiatan ini akan bisa menambah wawasan dalam mendapatkan informasi guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi terkait perubahan iklim yang tidak menentu dan dapat melakukan tindakan adaptasi sehingga nelayan maupun petani mampu mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positif akibat perubahan iklim. LAY

 

Berita Lainnya