Baubau Logo
Benteng Baubau
Benteng terluas di dunia
Benteng terluas di dunia
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Selasa, 16 Agustus 2011
Ritual Qunut Ramadhan Simbol Proses Kehidupan Manusia

walikota_baubau_dan_ketua_dprd_qunut_ramadhan2_400Sampai dengan saat ini Kesultanan Buton sangat mengutamakan berbagai ritual keagamaan khususnya dalam memasuki bulan suci ramadhan sebagaimana yang dilaksanakan Pemkot Baubau di baruga keraton Buton Senin dini hari (16/8). Bahkan, Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si dan Wakapolres Baubau bersama Ketua DPRD Kota Baubau Drs H Hasidin Sadif serta seluruh pejabat Pemkot dan masyarakat Baubau turut hadir bersama-sama dengan sarana hukumu masjid agung keraton untuk menggelar ritual qunut ramadhan ini.

Dalam sinopsis Qunut Ramadhan yang dibacakan Wati staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Baubau terungkap pentingya bulan suci ramadhan dikarenakan didalamnya banyak terkandung nilai-nilai Islam yang perlu menjadi pedoman sebagai umat yang beragama. Demikian pula melalui pelaksanaan puasa manusia selalu mendapatkan ridho dan ampunan dari Allah SWT. Dalam salah satu riwayat Rasulullah SAW, menyampaikan bahwa pada malam pertama sampai malam kesepuluh disebut periode kerahmatan, malam kesebelas sampai malam ke dua puluh disebut periode pengampunan serta malam ke dua puluh satu sampai malam ketiga puluh ramadhan disebut periode kemenangan dan kebahagiaan.

Pemahaman masyarakat Buton dalam ajaran Islam khususnya rukun puasa Ramadhan tidak terpisahkan dengan sendi-sendi kehidupan dalam proses kehidupan manusia. Hal ini ditandai pada saat manusia merasakan lapar dan dahaga ketika menjalankan puasa dimana itu merupakan simbol khusus bagaimana seorang ibu yang sedang mengandung yang harus berjuang dengan penuh kesabaran dan pasrah sebagai manifestasi awal dari proses kejadian tersebut.

Selain itu, diyakini bahwa setiap orang yang berpuasa dari hari pertama sampai kesepuluh disimbolkan dirinya sementara berada di alam arwah. Puasa pada hari kesebelas sampai hari kelima belas merupakan simbol bahwa manusia telah memasuki Miskal dan ketika memasuki hari keenam belas manusia telah memasuki alam azam dimana proses kejadian manusia telah berusia 120 hari berada dalam kandungan dan saat itulah Tuhan melalui Malaikatnya akan meniupkan roh kedalam kandungan seorang ibu sebagai persiapan memasuki alam insan atau manusia yang sempurna. Inilah yang dimaksudkan sabda Rasulullah SAW yang artinya kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya memerintahkan untuk menyebutkan empat kalimat yaitu catatan rezki, umur, amal perbuatan dan nasib sebagai orang yang beruntung atau merugi.

Qunut ramadhan dilaksanakan setiap 15 puasa atau 16 malam ramadhan dimulai jam 00 00 tengah malam dihaidiri seluuruh sarana hukumu masjid agung keraton bersama dengan pemerintah dan masyarakat untuk melaksanakan shalat tarwih secara berjamaah berdoa dan bermunajad kehadirat Allah SWT. Melalui prosesi qunut ramadhan ini diharapkan terjalinnya hubungan yang baik antara ulama dan umarah sebagaimana dipesankan Rasulullah SAW yang artinya ada dua golongan manusia yang apabila baik maka baiklah manusia itu dan apabila jahat maka jahatlah manusia. Itulah hubungan antara ulama dan umarah

Setelah selesai shalat tarwih dan qunut tersebut maka dilakukan dengan sahur bersama yang diawali dengan pembacaan doa awal oleh seorang moji yang tertua dari segi usia bertempat di baruga keraton. Doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon kehadirat Allah SWT, agar masyarakat dinegeri ini tetap dilimpahkan diberikan rezki, diberikan rasa aman, dijauhkan dari segala mara bahaya. Demikian pula harapan seluruh masyarakat dan pemerintah Kota Baubau sebagai Kota Semerbak akan menjadi menjadi kota budaya yang produktif melalui optimalisasi sumberdaya lokal secara profesional dan amanah menuju masyarakat yang sejahtera bermartabat dan religi dapat tercapai.

Sebagai rangkaian kegiatan prosesi qunut ramadhan akan diakhiri dengan pelaksanaan prosesi Qaderi yang akan dilaksanakan pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan. Dimana disimbolkan bahwa  prosesi kejadian manusia akan berpindah ke alam insan yaitu menuju kelahiran dengan keyakinan bahwa rahmad Lailatur Qadar akan turun kepada seluruh umat manusia. Dan melalui 1 syawal semua manusia akan mensucikan diri lahir dan batin yaitu kembali pada fitrahnya sebagaimana seorang yang baru dilahirkan oleh ibunya dan ini  berarti bahwa pada waktu itu semua kesalahan antara sesama manusia disadari atau tanpa disadari dimintakan maaf yang sebesar-besarnya sebagai simbol silaturahim. LAY

Berita Lainnya