Pelabuhan Bongkar Muat Barang
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Pada era otonomi daerah sekarang ini haruslah menjadi perhatian bersama karena banyak tanggungjawab dikelola secara baik terutama berkenaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan dasar masyarakat, pelayanan ketertiban umum dan ketentraman hidup masyarakat. Oleh karena itu, otonomi memang harus lebih dipahami dan dimaknai secara utuh oleh pemerintah daerah, DPRD, partai politik dan seluruh masyarakat sehingga tidak hanya sekedar hak dan kewenangan yang dituntut melainkan juga kewajiban dan tanggungjawab ditunaikan.
Demikian dikatakan Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si pada pidato pengantar Walikota Baubau dalam menyongsong HUT RI ke-66 di ruang sidang DPRD Kota Baubau Senin (16/8).
Pelaksanaan pembangunan selama ini menurut Amirul Tamim diakui telah menghasilkan banyak hal yang positif. Namun perjalanan masih panjang untuk dapat mencapai tahapan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang optimal. "Melalui semangat proklamasi kemerdekaan ini, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memahami hakikat dan konteks kebijakan besar yang telah menjadi komitmen bersama antara pusat dan daerah,"ujarnya.
Ditambahkan, berkembangnya demokratisasi kehidupan berbangsa dan bernegara serta komitmen nasional untuk mewujudkan pola kepemerintahan yang baik (good governance) telah mendorong pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah sebagai salah satu pokok penyelenggaraan berbagai aktrivitas pembangunan. Namun demikian, agar sesuai dengan amanat konstitusi (pasal 1 UUD 1945) pola tersebut tetap terwujudkan daam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian didalam pengejewantahannya pengertian desentralisasi tidak dapat dipisahkan dari otonomi daerah karena sesuai dengan prinsip NKRI.
Lebih lanjut dijelaskan, esensi otonomi daerah adalah membangun dan mendorong kemandirian daerah yang bertujuan mencapai kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, tentunya dalam kaitan ini dibutuhkan pelaku-pelaku pembangunan yang cerdas, visioner, kreatif, inovatif, cekatan, keberanian memanfaatkan peluang serta upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing daerah yang tentu saja dalam pelaksanaannya harus dilandasi dengan rasa tanggungjawab. LAY
- Sabtu, 18 Oktober 2008Buku ‘Menyibak Kabut Di Keraton Buton’ resmi di Lounching
- Rabu, 10 Maret 2010BKKBN Gelontorkan Dana Rp 671 Juta Untuk Bau-Bau
- Minggu, 29 Januari 2012Pemkot Baubau dan Pemkab Buton Bangun Sinergi dan Koneksitas
- Minggu, 3 Januari 2010Pemerintah Pusat Pasok Listrik 5 MW Untuk Bau-Bau
- Jum'at, 9 September 2011Tim Arkeolog Nasional Teliti Masuknya Islam di Buton









