Potensi wisata dan panorama pesisir teluk Kota Baubau tampaknya harus dilakukan pembenahan secara berkesinambungan. Hal ini penting dilakukan agar pesona wisata yang dimiliki teluk Kota Baubau dengan berbagai obyeknya dapat menarik minat wisatawan baik lokal maupun manca negara.
Hal ini terlontar dari seorang warga Kebangsaan Swiss, Stevan Nadig yang ditemui di kawasan pantai Kamali saat menikmati fasilitas wisata air yang disiapkan pemerintah Kota Baubau seperti jet ski, banana boat dan flying fish.
Stevan, seorang kebangsaan Swiss yang bekerja sebagai Enggineering Tambang di Swiss mengaku sangat tertarik dengan pesona keindahan alam Kota Baubau, terutama di lokasi pantai dan pesisir. Stevan berkunjung ke Baubau tidak sendiri namun mengajak isteri dan anak serta keluarganya berjumlah 8 orang untuk menghabiskan waktu libur di Kota Semerbak. Apalagi informasi tentang potensi wisata Kota Baubau sudah sering ditemukan di internet dan kerap mendengarkan cerita dari Sarina, sang isteri yang rupanya berasal dari Kota Baubau.
Menurut Stevan, kesan berada di Kota Baubau cukup mengasyikkan karena Kota Baubau memiliki banyak lokasi yang indah dan layak untuk dijadikan lokasi wisata. “Ini harus dijaga dan dimanfaatkan. Pemerintah dan masyarakat kota Baubau harus pelihara dan jaga kebersihannya,” ujar Stevan didampingi putranya, Andrew.
Stevan mengaku jika keinginannya untuk ke Kota Baubau sudah dijadwalkan setiap dua tahun sekali dan akan menyertakan anggota keluarga lain.
Hal ini dibenarkan Sarina, wanita asal Kota Baubau yang juga isteri Stevan. Ia mengatakan sebelum ke Kota Baubau sebenarnya sudah banyak informasi yang diperkenalkan kepada anggota keluarga suaminya di Swiss. Sehingga sebelum ke Kota Baubau mereka sudah ada informasi awal, misalnya lokasi-lokasi obyek wisata yang akan dikunjungi setelah tiba di Kota Baubau.
Hanya saja, Sarina mengaku jika sebagian besar yang disampaikan adalah potensi pesisir dan kawasan pantai Kota Baubau. Itulah sebabnya ketika membaca informasi tentang Kegiatan Festival Perairan Pulau Makasar, ia dan suami serta anggota keluarga langsung menjadwalkan perjalanan ke Kota Baubau. Ia berharap pada kunjungan berikutnya akses transportasi ke Kota Baubau lebih mudah sehingga tidak memakan waktu lama tiba di Baubau. “Mudah-mudahan dua tahun yang akan datang, ada penerbangan langsung dari Singapura–Baubau,” ujar Stevan dan Sarina sembari tersenyum.
Bagi keluarga Stevan dan Sarina, dana untuk rekreasi sudah disisipkan setiap tahun yang berkisar 10.000 US $ tiap tahun untuk satu anggota keluarga. “Juli-Agustus, jadwal rutin kami libur dan setiap dua tahun sekali kami jadwalkan ke Kota Baubau,” kata Sarina.
Dikutip dari Bardin
http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&dn=20080722202419
- Senin, 18 Agustus 2008Tanda Kehormatan Lencana Melati Untuk Walikota Bau-Bau
- Kamis, 14 Oktober 2010Petani Surawolio Kagumi Kemajuan Teknologi Korea
- Selasa, 31 Agustus 2010Hadapi Berbagai Ivent, Perbakin Baubau Intensif Latihan
- Rabu, 3 September 2008Safari Ramadhan Pertama di Masjid Raya Bau-Bau
- Rabu, 16 Juni 2010RPJMD Bau-Bau 2009 Lampaui Target










