Rangkaian pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-47 di Kota Baubau dimulai dengan pagelaran pawai budaya yang diikuti oleh seluruh utusan kabupaten/kota se Sultra Sabtu (23/4). Pagelaran pawai budaya se Sultra yang dimulai sejak pukul 14 00 wita di stadion betoambari Baubau tersebut terbilang semarak karena masing-masing kabupaten/kota se Sultra menampilkan atraksi budaya, tari-tarian daerah untuk ditonton oleh masyarakat sepanjang jalan yang dilalui.
Belum lagi setiap kontingen yang mengikuti parade budaya juga menampilkan kendaraan hias yang diarak keliling Kota Baubau dimulai dari stadion betoambari melewati beberapa jalan protokol di Baubau hingga akhirnya finish di Kota Mara sebagai lokasi pembukaan pameran pembangunan dan Halo Sultra. Disamping itu, antusias masyarakat Kota Baubau dan sekitarnya untuk menyaksikan hajatan tahunan pemerintah provinsi Sultra yang baru pertama kalinya dilaksanakan di luar ibukota Provinsi Sultra tersebut cukup besar.
Gubernur Sultra H Nur Alam SE memberikan respon yang cukup besar terhadap kegiatan parade budaya se Sultra yang dilaksanakan di luar ibukota provinsi ini. Hal itu ditunjukkannya saat beberapa daerah yang menampilkan atraksi budayanya masing-masing dihadapan Gubernur Sultra terutama tarian daerah di Kota Mara Baubau, orang nomor satu di bumi anoa Sultra ini dapat mengikuti gerakan penari.
Saat pembukaan pameran pembangunan dan halo Sultra, Gubernur Sultra Nur Alam menegaskan komitmennya bila ke depan pelaksanaan HUT Sultra akan dilakukan lagi di daerah-daerah lain di Sultra seperti di Kota Baubau."Jujur saya katakan jika pelaksanaan HUT Sultra tahun 2011 di Kota Baubau lebih semarak dari pada pelaksanaan HUT Sultra sebelumnya dan Baubau mampu menjadi tuan rumah yang baik,"ujar Nur Alam.
Dalam parade budaya se Sultra, Kota Baubau sebagai tuan rumah tentu akan menampilkan yang terbaik se Sultra. Karena itu, tarian galangi yang selama ini menjadi andalan Kesultanan Buton dalam setiap pelaksanaan Festival Keraton Nusantara (FKN) juga ditampilkan termaksud kendaraan hias yang bertuliskan benteng terluas di dunia. Kemudian, atraksi komunitas budaya dari daerah lain yang selama ini berdomisili di Baubau seperti komunitas Bali, Jawa, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur turut ditampilkan mendukung Kota Baubau dalam pagelaran budaya se Sultra ini. LAY
- Jum'at, 5 Nopember 2010Walikota Baubau Kunjungi Yayasan Pendidikan Al Hikmah Surabaya
- Jum'at, 22 April 2011Nur Alam Buka Kejurda Lemkari Sultra
- Kamis, 17 Mei 2012Baubau Jadi Barometer Kota Pusaka Indonesia
- Senin, 21 Nopember 2011Walikota Baubau Minta Penyakit Kusta Diperhatikan
- Rabu, 25 Juni 2008Waborobo Bakal ‘disulap’ Ala Kompleks GWK Pulau Bali










