Ada yang menarik jika Anda berkunjung ke Pulau Makasar Kota Bau-Bau. Disana, terdapat makanan khas pulau itu. Namanya Bintuna, sejenis binatang laut yang menyerupai Ginseng, dan kaya akan protein tinggi.
14 Juli 2008 lalu, dalam kunjungan persiapan acara festival, dihadapan ratusan nelayan dan masyarakat Pulau Makasar, walikota Amirul Tamim mempromosikan makanan yang menurutnya terbilang sebagai Viagra itu. “Ini makanan khas Kota Bau-Bau, dan memiliki kandungan protein tinggi, bahkan pengakuan para nelayan pulau Makasar terbilang sebagai viagra, dan sangat layak jual untuk promosi wisata Kota Bau-Bau,” tandas Walikota.
Bintuna sendiri, sejenis binatang seukuran jari tangan dan banyak ditemukan dibibir pantai Pulau Makasar, warnanya putih dan kenyal. Saat pertama kali diambil dari habitatnya, binatang ini menyerupai Teripang, loyo tapi sangat kenyal.
Saat diproses untuk siap santap, Bintuna terlebih dahulu dibersihkan dengan jalan menggosokkannya ke batu karang hingga berwarna putih. Kata para nelayan, Bintuna ini hanya bisa dibersihakan dengan batu. Media lain tak bisa. Dalam proses pembersihan itu, Bintuna langsung mengeras dan bentuknya menyerupai ginseng. Setelah bersih, Bintuna ini kemudian diiris sesuai dengan selera. Untuk lebih nikmatnya, irisan daging Bintuna harus disiram dengan perasan air jeruk nipis. Selanjtnya siap santap.
Terkait dengan keberadaan Bintuna ini, walikota Amirul Tamim dan juga Wakilnya, Drs HLM Halaka Manarfa, meminta agar masyarakat mempopulerkan kuliner yang satu ini. “Ini yang menjadi daya tarik tersendiri Pulau Makasar, dan tentu punya nilai ekonomis tinggi” timpal Walikota. (zah)
- Senin, 18 Oktober 2010Baubau Ekspo Direncanakan Jadi Agenda Tahunan
- Rabu, 6 Oktober 2010Walikota dan Ketua DPRD Diajak Lihat Kota Eks Perang di Korea
- Sabtu, 27 September 2008Sidang Paripurna DPRD ajangUltah Amirulhak
- Jum'at, 8 Oktober 2010Uang Kampua, Sistem Pembayaran dari Kerajaan Buton
- Kamis, 9 Desember 2010Pemkot dan DPRD Baubau Sepakat Tingkatkan Efisiensi Anggaran









