Baubau Logo
Patung Naga di Pantai Kamali
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Baubau
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Baubau
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Sabtu, 5 Februari 2011
Pemkot Baubau Percepat Program Penganekaragaman Konsumsi Pangan

kasoami_makanan_khas_baubau_pengganti_beras2_400Masalah ketahanan pangan adalah masalah bersama yang menjadi tanggungjawab semua pihak. Untuk itu perlu dikembangkan suatu komitmen dan kerja sama diantara semua pihak terutama dalam bentuk kerja sama yang erat antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Pemkot Baubau dalam hal menindaklanjuti program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan telah melakukan program percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan mendorong peningkatan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam mengkonsumsi umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, pangan hewani dengan mengutamakan produksi pangan lokal.

Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Baubau Ir Bahara P M Si mengatakan, sasaran yang dicapai dalam hal percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yakni tingkat konsumsi pangan beras masyarakat Kota Baubau dapat menurun dalam tahun-tahun berikutnya. 

Bahara mengakui, banyak macam panganan khas Kota Baubau yang merupakan makanan pokok masyarakat dan produk lokal tetapi dengan adanya fenomena pergeseran pola konsumsi pangan maka makanan pokok tersebut terus terpinggirkan seakan-akan ada perasaan rendah diri dan malu untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan tersebut.

Salah satu jenis makanan pokok pengganti beras yang sangat populer di Baubau dan keberadaannya hingga kini masih dapat diperoleh di warung-warung kecil tradisional ungkap Bahara adalah Kasoami yang bahan bakunya berasal dari ketela pohon atau ubi kayu yang diparut dan dikukus berbentuk segitiga dan rasanya khas. Bahkan, kasoami dapat diolah dengan dicampur kacang merah yang menambah aroma, rasa dan nilai gizi serta dapat pula dimakan dengan jenis makanan lain dengan berbagai lauk seperti mengkonsumsi beras.

Lebih lanjut dijelaskan, potensi ketersediaan pangan Kota Baubau yang cukup tinggi dapat memberikan jaminan kepada masyarakatnya tidak akan terjadi kerawanan pangan. Namun demikian, masyarakat haruslah digugah kesadarannya sehingga perasaan rendah diri dan gengsi terhadap makanan tradisional terkikis dan berikan jaminan kepada masyarakat bila panganan lokal nilai gizinya tidak kalah dengan produk import dan produk-produk beras.

Sementara itu, La Mili salah seorang masyarakat Kelurahaan Sulaa Kecamatan Betoambari menegaskan, kasoami yang merupakan makanan pengganti beras sangatlah populer di masyarakat untuk dikonsumsi. Bahkan, sekarang ini, kasoami sudah dikonsumsi oleh semua kalangan karena keberadaannya sangat mudah dijumpai. Apalagi, sudah ada pasar tradional seperti pasar puja serata yang dibangun oleh Pemkot Baubau yang telah menyediakan panganan khas Baubau ini pengganti beras ini. LAY

Berita Lainnya