Baubau Logo
Bandar Udara Betoambari
Penerbangan Merpati dengan pesawat berkapasitas 56 kursi dengan rute penerbangan Baubau - Makassar 4 kali seminggu
Penerbangan Merpati dengan pesawat berkapasitas 56 kursi dengan rute penerbangan Baubau - Makassar 4 kali seminggu
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Minggu, 30 Januari 2011
walikota Membuka Seminar Arkelogi Internasioanal

Hasil penelitian para Arkeolog dari beberapa negara  pada tahun 2005-2006 saat ini disosialisasikan. Dengan hasil penelitian, kita bisa mengenal daerah kita dimasa lalu dan menata kota ini lebih baik di masa yang akan datang. Kita patut berterimahkasi kepada Arkelogi dari beberapa negara yang saat ini menjadi pemateri pada seminar Arkelogi Internasional Kawasan Perbentengan dan keramik, karena telah melakukan penelitian di Baubau. “Wilayah indonesia cukup luas  dan tiap daerah memiliki sejarah masing-masing, tetapi para peneliti juga melihat Baubau, ungkap Walikota Baubau, Drs. Mz Amirul Tamim, M.Si saat membuka seminar Arkeologi Kawasan Perbentengan dan Keramik, di Aula Semerbak (29/1)
    Dikatakan, keberadaan Benteng keraton menandakan bahwa daerah ini  pada  pasa lalu, ada sesuatu yang dipertahankan atau ada yang ingin direbut. Dan beberapa penelitian lain mengatakan bahwa Buton adalah kerajaan masa lalu di kawasan timur.
Selain itu Baubau juga memiliki Gua Moko  dengan kedalaman 23 meter,  di dalam gua ditemukan keramik . untuk itu diharapkan seminar tersebut dapat mengungkap keberadaan kota ini sehingga kita dapat mengetahui pula peran daerah ini dimasa lampau.
Sementara Ketua Arkeolog, Prof. Nani mengatakan arkelogi  melakukan penelitian dari tahun 2005 sampai tahun 2006 tentang kebudayaan di Baubau, yakni Keraton Wolio dan kramik yang ditemukan di Gua Moko. Dan hasil yang diperoleh bahwa Baubau  ataupun Wolio memiliki budaya yang beragam. “Dalam penelitian mengenai keraton kami melihat bahan material dari benteng keraton, dan menyimpulkan bahwa bangunan keraton dari batu karang yang diambil dari galian parit yang ada disekitar benteng,”ungkapnya.
 Sementara untuk keramik yang ditemukan di Gua Moko  kami menyebutnya dengan underwater karena ditemukan dibawah air. Setelah disamakan dengan kramik yang berada dibeberapa negara seperti halnya jepang dan Eropa, kami menarik kesimpulan bahwa kramik yang berada di Gua Moko tersebut merupakan kramik berkualitas yang di pesan oleh Kerajaan Eropa dari Jepang pada sekitar tahun 1686 untuk hiasan di kerajaan Eropa. untuk menyempurnahkan penelitian, maka pada bulan Mei 2011, kami akan melakukan penelitian lagi di Baubau dan Buton pada umumnya

Berita Lainnya