Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memberikan perhatian yang serius terhadap derajat kesehatan masyarakat yang salah satunya adalah memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sultra H Nur Alam SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Setda prov Sultra Ir Zuhuri Machmud pada seminar nasional kesehatan dengan tema telaah kritis visi misi Indonesia Sehat 2010 di aula kantor Walikota Baubau Palagimata Sabtu (22/1).
Zuhuri mengakui, derajat kesehatan di Sultra semakin hari semakin membaik meskipun disadari masih banyak masyarakat yang termarginalkan dalam pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan derajat kesehatan menjadi lebih baik lagi maka ada dua hal yang mesti diperhatikan yakni peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatan mutu layanan kesehatan. Apalagi, masih banyak juga masyarakat yang belum bisa mengakses pelayanan kesehatan.
Menurut Zuhuri, seminar nasional kesehatan yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau merupakan moment yang sangat penting dan strategis untuk mendukung pembangunan daerah khususnya pembangunan nasional. Apalagi sangat sejalan dengan visi dan misi pembangunan Sultra yakni bangun kesejahteraan masyarakat atau lebih dikenal dengan program Bahteramas.
Sementara itu, Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si menegaskan, Kota Baubau sejak tahun 2010 sudah ditetapkan sebagai kota sehat sehingga dengan demikian prilaku sehat sangatlah penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di Kota Baubau. Salah satu contoh perilaku hidup sehat diterapkan di Kota Baubau adalah menjadikan sungai dan laut sebagai halaman depan rumah masyarakat."Ternyata kondisi ini memberikan andil hingga masyarakat Baubau utaramanya yang tinggal di dekat sungai dan laut untuk berprilaku sehat,"ujarnya.
Orang nomor satu di bumi semerbak Baubau ini juga memberikan apresiasi kepada BEM FKM Unidayan Baubau yang sudah melakukan telaah kritis untuk memberikan masukan guna program kesehatan di masa yang akan datang terutama di Kota Baubau.
Sedangkan rektor Unidayan Baubau LM Arsal S Sos M Si mengharapkan agar mahasiswa Unidayan Baubau yang berjumlah kurang lebih 6000 untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional dan daerah dengan terus melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.
Dalam seminar kesehatan nasional yang digagas oleh BEM FKM Unidayan Baubau tersebut turut dihadiri oleh staf dari kementerian kesehatan Indonesia dr drg Tresia MPH serta anggota DPR RI asal Sultra Wa Ode Nurhayati serta pejabat Pemkot Baubau. LAY
- Senin, 3 Januari 2011Hari Amal Bhakti ke- 65
- Jum'at, 6 Agustus 2010Jelang Ramadhan Disperindag Bau-Bau Sidak Kebutuhan Pokok
- Sabtu, 30 Agustus 2008Kerjasama Baubau-Bombana, Amirul Tamim : "Taksiran Rp. 400 Milyar Bisa Berputar"
- Rabu, 25 Juni 2008Siswa Bau-Bau miliki NISN dan Akses Internet
- Sabtu, 30 Agustus 2008Kebutuhan BBM Kota Bau-Bau Meningkat










