Kehadiran kantor walikota baru di kawasan palagimata menguak sejarah tentang daerah pertama yang dihuni masyarakat Kota Bau-Bau. Lokasi tersebut berada di sekitar pembangunan Kantor Walikota yang dikenal masyarakat dengan nama Lipu Morikana. “Disana ditemukan banyak makam tua dan jejak-jejak kehidupan. Namun sebagian telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini akan kita bangkitkan kembali karena saya yakin ini adalah janji dari leluhur Buton masa lalu,” ujar Walikota Bau-Bau MZ Amirul Tamim yang mengaku terinspirasi melakukan pembangunan Kantor di lokasi tersebut karena informasi sejarah.
Saat ini, Kota Bau-Bau mulai menjadi pusat perhatian dunia luar karena banyak situs sejarah terpendam yang tak sempat tersosialisasi dengan baik.
Bukan hanya itu, informasi dari para orang tua (leluhur) di negeri Buton bahwa pada suatu saat negeri ini akan mengalami masa kejayaan. Satu persatu potensi yang terpendam akan muncul jika waktunya telah tiba. Hanya saja, tak seorang pun mampu menafsirkan kapan waktu itu akan datang. Dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan janji itu.
Dalam beberapa catatan serta informasi yang sempat kami himpun melalui para tokoh-tokoh sejarah, negeri Butuuni adalah negeri berkah yang memiliki sejuta misteri. Misteri itu sering diperbincangkan. Namun masih terbungkus rapi karena tak satu pun yang mampu menterjemahkan. Hanya saja bagi sebagian orang yang tekun mendalaminya, keyakinan itu tetap dipegang teguh.
Ketika para pakar Budaya Malaysia hadir di Kota Bau-Bau sempat mengutarakan bahwa Buton adalah kerajaan Melayu di ujung Timur. Bukan hanya itu, Prof Nuwairi salah seorang dari pakar budaya itu juga mengatakan bahwa negeri ini adalah museum peradaban yang terbesar. Demikian pula dikatakan Ustadz Harry Moekti seorang tokoh terdepan Hizbut Tahrir Indonesia yang mengatakan bahwa negeri Buton adalah pusat peradaban Islam di Indonesia Timur dengan banyaknya bukti yang ditemukan khususnya di Kota Bau-Bau. Benteng Kraton dan mesjid agung serta konstruksinya yang mengandung makna mendalam setidaknya melahirkan pertanyaan bagi setiap insan yang bermukim di negeri ini. Damai dan tenteram selalu menjadi ciri khas negeri ini meski dari mana pun asal mereka yang datang. Falsafah kehidupan serta prinsip hidup masyarakat Buton selalu menjanjikan kedamaian dengan pihak manapun. Tak ada silang sengketa antara penghuni di daerah ini dan itu telah lama berkembang sejak masa lalu.
Dari berbagai pengakuan yang muncul melalui orang orang dari luar Kota Bau-Bau tersibak pula cerita cerita panjang yang selama ini beredar di kalangan masyarakat. Bahwa ada kekayaan yang tak ternilai harganya kini masih ‘terpendam’ di negeri ini.
Banyak kekayaan yang tak ternilai harganya bakal muncul satu persatu jika waktunya telah tiba. Itu sebuah janji dari leluhur Buton masa lalu. Keyakinan ini masih tetap dipegang teguh oleh seluruh masyarakat. Namun, tak satu pun yang memastikan apa sebenarnya rahasia itu. Apakah berupa hasil bumi atau tambang, ataukah sebuah rahasia keajaiban yang tak berbentuk ?. Masih belum ada yang memastikan. Akankah ini terwujud ?. Waktu yang akan menjawabnya. (Bardin)
- Sabtu, 10 Juli 2010Amirul Sangat Intens Urus Pemekaran Buton Raya
- Minggu, 5 April 2009Permainan Tradisional Buton Kembali 'Digali'
- Rabu, 18 Januari 20122012, Pemkot Optimalkan Pengelolaan Samparona
- Sabtu, 26 Februari 2011Kota Mara Tempat Rekreasi Baru Bagi Masyarakat Baubau
- Sabtu, 5 Februari 2011Pemkot Baubau Percepat Program Penganekaragaman Konsumsi Pangan









