Baubau Logo
Pelabuhan Baubau
Posisi Kota Baubau yang strategis merupakan pintu gerbang pelayaran bagi kapal laut yang berasal dari kawasan Barat ke kawasan Timur Indonesia
Posisi Kota Baubau yang strategis merupakan pintu gerbang pelayaran bagi kapal laut yang berasal dari kawasan Barat ke kawasan Timur Indonesia
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Kamis, 3 Juli 2008
Kota Bau-Bau Miliki Ratusan Spesies Anggrek yang Belum Teridentifikasi

Tim Pameran Bunga Kota Bau-Bau yang mengikuti kegiatan Festival Bunga di Kota Tomohon Sulawesi Utara menampilkan jenis tanaman Anggrek yang selama ini belum teridentifikasi. Jenis anggrek ini dipastikan hanya terdapat di Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara.


Menurut La Ode Kaprias Dianto, SE yang juga sebagai pecinta tanaman Anggrek yang telah melakukan penelitian sekitar 10 tahun terhadap jenis jenis Anggrek mengatakan, di Kota Bau-Bau terdapat jenis Anggrek spesies baru yang tidak terdapat di daerah lain.


Ia memastikan ada sekitar 100 jenis Anggrek yang ada di Kota Bau-Bau hingga saat ini belum teridentifikasi. “Tempatnya di hutan Karya Baru dan masih tumbuh liar. Setiap saat kita bisa datangi tempatnya,” ujar Kaprias di sela sela Pameran Bunga di Kota Tomohon.


Selama mengikuti beberapa kegiatan pameran tingkat Nasional dan Internasional, menurut kata Kaprias selalu mendapat perhatian dari para pecinta bunga khususnya Anggrek. Dalam kegiatan pameran Bunga ini, Kaprias mengaku jika hanya beberap asampel Anggrek saja yang ikut dipamerkan. Seperti jenis Ascocentrum aurantacium yang selama ini sudah banyak ditemukan. Hanya saja berbeda Varietasnya. Jenis ini memiliki warna kembang yang beragam. “Yang kami tampilkan adalah jenis Ascocentrum aurantacium kembang merah,” ujarnya.


Salah satu keunikan Anggrek Ascocentrum aurantacium yang ditampilkan tim pameran Kota Baubau ditemukan di posisi 200 dpl dekat dengan pesisir pantai dan hanya ditemukn di Kota Baubau. “Kalau habitat Anggrek secara umum minimal ditemukan pada ketinggian 400 hingga 800 dpl,” tambah Kaprias lagi. Ia mengharapkan, agar kondisi ini menjadi perhatian khusus masyarakat pecinta tanaman dan pemerintah Kota Baubau. Sebab, di seluruh wilayah Kota Baubau masih banyak jenis jenis spesies tanaman khususnya Anggrek yang tidak ditemukan ditempat lain dan belum teridentifikasi.


Untuk melakukan identifikasi jenis tanaman Anggrek yang ada di Kota Bau-Bau upaya yang dilakukan kata Kaprias adalah mendaftarkan jenis Anggrek tersebut ke Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) sekaligus dengan nama yang diberikan. “Kita berhak memberikan nama saat pendaftaran, hanya saja ini harus ada kesepakatan apakah mengambil nama perorangan atau daerah,” katanya.


Ia juga menyayangkan salah satu jenis species Anggrek penemuannya kini tiba tiba muncul dengan nama vanda metusalae. Jenis species Anggrek terbaru di Indonesia 2008. “Saya sangat menyayangkan, seharusnya vanda jenis ini bisa membawa nama daerah Kota Baubau dikenal oleh dunia Anggrek Internasional mengingat beberapa species tempat ditemukannya spesies anggrek terbaru selalu menjadi icon daerah tersebut,” tegas Kaprias lagi.(Bardin)

Berita Lainnya