Jakarta - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menargetkan pembiayaan proyek pembangunan sebesar Rp 2,247 triliun. Saat ini sudah ada 13 proyek yang masuk dalam daftar pembiayaan ini.
Kepala PIP Saritaon Siregar menyatakan ada 13 proyek tersebut siap untuk dievaluasi untuk mendapatkan pembiayaan tersebut. Ketiga belas proyek tersebut adalah:
1. PT Nindya Karya. Proyek: Bendungan Gintung dan Batang Anai senilai Rp 29 miliar.
2. PT. Brantas Adipraya. Proyek: Bendungan dan Jalan (bundle) senilai Rp 100 miliar.
3. PT Krakatau Tirta Industri. Proyek: Instalasi pengolahan air dan distribusinya senilai Rp 248 miliar.
4. Pemkot Bau-Bau. Proyek: Rumah Sakit Umum senilai Rp 56 miliar.
5. PT Wijaya Karya Tb. Proyek: Terminal Gas Tanjung Sekong senilai Rp 50 miliar.
6. PT Sakti Mas Mulia. Proyek: PLTU di Ambon senilai Rp 80 miliar.
7. PT Nindya Karya. Proyek: Jalan Molibagu, Sulawesi Utara senilai Rp 19 miliar.
8. PT Nindya Karya. Proyek: Jalan Jeneponto Sulawesi Selatan senilai Rp 40 miliar.
9. PT Hutama Karya. Proyek: PLTU Jeneponto Sulawesi Selatan senilai Rp 100 miliar.
10. PT Nindya Karya. Proyek: Dermaga Telu Lamong, Jawa Timur senilai Rp 50 miliar.
11. PT Rekayasa Industri. Proyek: Pengembangan pupuk kaltim V senilai Rp 45 miliar.
12. PT Jasa Marga Tbk. Proyek: Tol Ruas Porong Gempol senilai Rp 1,3 triliun.
13. Pemkab Kota baru. Proyek: Rumah sakit Umum senilai Rp 130 miliar.
Sedangkan untuk realisasi, Saritaon menyatakan dengan dana kelolaan sebesar Rp 5,247 triliun, sampai dengan tahun 2010 total dana investasi teralokasi adalah sebesar Rp 1,638 triliun.
"Ini tersebar pada pembebasan lahan jalan tol sebesar Rp 1,444 triliun, pembangunan bandara Kualanamu Medan Rp 194,6 miliar, dan pembangunan LPG Pressurized di Tanjung Sekong sebesar Rp 50 milia," ujarnya dalam temu wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (2/8/2010).
Saat ini, PIP sedang melaksanakan penilaian kelayakan dan risiko beberapa proyek senilai total Rp 3,792 triliun antara lain pendirian anak perusahaan PIP yaitu PT Indonesia Green Investment (Persero) sebagai komitmen PIP dalam program climate change dengan nilai investasi Rp 1 triliun.
PIP juga menjadi pelaksana penyaluran soft loan untuk PT PLN sebesar Rp 7,5 triliun. Walaupun harus diakui, pembiayaan yang dilakukan PIP berjalan lambat karena adanya beberapa kendala.
"Masalah hukumnya dan masalah kerugiannya, dan beberapa infrastruktur yang belum terbangun dengan baik," ujarnya.
Oleh karena itu, Soritaon menyatakan perlunya upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang menganggu kelincahan PIP seperti aspek pengambilan keputusan, SOP, revisi regulasi dan kelembagaan, fungsi, strategi investasi, pendampingan dalam pelaksanaan investasi dan dukungan sarana dan prasana.
(disadur dari : http://www.pip-indonesia.com/news/detail/52)
- Jum'at, 10 September 2010Idul Fitri Momentum Gugah Kebersamaan Hakiki
- Senin, 22 September 2008Kandepag Bau-Bau Masuk 15 Besar di Indonesia
- Jum'at, 22 Januari 2010Siswa Berprestasi Bau-Bau Bisa Kuliah di Korea Selatan
- Selasa, 9 September 2008Walikota Bau-Bau menyerahkan dana PPMK serta bantuan kepada BKMT, Ponpes Hidayatullah
- Minggu, 18 Juli 2010Puluhan Ribu Massa Meriahkan GJS IKA Unhalu









