dikutip dari http://nussp.or.id/infodetil.asp?mid=572&catid=1&
Kota Bau-Bau optimis menuntaskan pembangunan NSD, Agustus-September 2010. Indikator kemajuan pembangunan telah ditunjukan dalam verifikasi user, sertifikasi tanah dan pembangunan infrastruktur
Kota Bau-Bau optimis dapat menuntaskan penataan kawasan kumuhnya sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati dengan Ditjen Cipta Karya (Kementerian Pekerjaan Umum) dan ADB (Asian Development Bank), Agustus-September 2010 mendatang.
Moh. Abduh, STP, MSi., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dari Bappeda dan PM Kota Bau-Bau, menegaskan bahwa saat ini pemerintah kotanya menempatkan penyelesaian pembangunan rumah layak huni bagi MBR (Masyarakat berpenghasilan Rendah) di kawasan NSD Palagimatasebagai prioritas. Menurutnya, percepatan penyelesaian program NSD dipantau langsung oleh Walikota Bau-Bau. "Beliau turun langsung ke lapangan untuk mengecek kemajuan pekerjaan penyelesaian program NSD. Sehingga, kami optimis pembangunan NSD dapat dituntaskan sesuai dengan kontrak September mendatang," terang Abduh yakin.
Terkait target tersebut, kota yang pernah menjadi pusat Kesultanan Buton ini memang tengah tancap gas memenuhi komitmennya dalam mengadakan rumah layak huni bagi warganya. Verifikasi user dan pembangunan fisik NSD terpantau mengalami kemajuan di akhir Juli 2010 ini. Begitupula dengan pekerjaan konstruksi rumah, pengurusan sertifikat tanah dan sistem layak operasi kelistrikan kini tengah digebyar oleh Pemerintah Kota Bau-Bau.
Kini, deretan rumah NSD bercat hijau, berukuran 6 x 4,5 m2 diatas tanah 150 m2, mulai tumbuh berdiri satu persatu di atas bukit Kawasan Palagimata. Menurut Dokumen RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Bau-Bau, wilayah hunian baru ini menjadi kawasan alternatif masyarakat Bau-Bau yang memiliki prospek investasi tinggi di masa depan, karena terletak berdekatan dengan kawasan strategis Simpang Lima. Dengan lokasi yang strategis tersebut, lokasi NSD di Kelurahan Lipu ini memiliki potensi aksesibilitas yang tinggi bagi simpul aktivitas calon penghuninya, karena dilewati oleh lima ruas jalan utama.

Indikator keseriusan dan kemajuan pembangunan NSD yang ditunjukkan Pemerintah Kota Bau-Bau tersebut menepis keraguan yang dilontarkan Tim ADB sewaktu kunjungannya 29 Juni 2010, tepat satu bulan lalu. Saat itu, Wolfgang Kubitzki (Social Sector - Poverty Reduction Specialist dari ADB), mempertanyakan kemampuan Kota Keresian yang disebut-sebut dalam Negarakertagama ini dalam menuntaskan pembangunan NSD di Lipu di enam bulan sisa waktu berakhirnya program NUSSP 2010. 
Pertemuan Review Mission ADB di Kota Bau-Bau saat itu selain dihadiri Wolfgang, juga dihadiri oleh Siti Hasanah (Mission Leader dari ADB). Sementara dari Ditjen Cipta Karya - Kementerian Pekerjaan Umum, diwakili Ir. Amiruddin, CES (Kepala Sub Direktorat Peningkatan Permukiman Wilayah I), Dewi Chomistriana (Kepala PMU), Teddy Kreswanto, Eddy Priyatna, Fihir Syah Alam dan Syamsoel Hidayat, Team Leader dari NMC. Acara juga dihadiri pula oleh wakil dari BAPPENAS; Firmansyah dan Ira Lubis. Sementara dari pemerintah kota Bau-Bau dihadiri Drs. L.M Arif Rais (Asisten II, mewakili Walikota Bau-Bau), Ir. Sunaryo Mulyo,MT (Kepala Dinas Pekerjaan Umum), Drs. MZ. Tamsir Tamim, MSi (Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan), Sanuddin (Kepala PLN), M. Arsis Jafar (Kepala PDAM), Tageli Lase (Pertanahan - BPN), Drs Amril Tamim, M.Si (Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu), Moh. Abduh, dan Rudy (Wakil dari Pengembang/Developer, PT Tasvo) serta Camat, Lurah, wakil BKM dan LPM Kota Bau-Bau dan para wakil masyarakat yang telah terdaftar sebagai calon user NSD. Acara dimulai dengan diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan NSD-NUSSP di Bau-Bau dan siang harinya dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke, lokasi perumahan NSD di Kelurahan Lipu.
Memasuki usia kota yang beranjak dewasa setelah memperoleh status kotanya pada tahun 2001 silam, permukiman dan kependudukan memang telah menjadi hal yang mendesak di Kota Bau-Bau. Meskipun kota ini dikelilingi benteng terluas di dunia, namun posisinya adalah wilayah simpul (connecting area) dan hinterland Kawasan Barat - Timur Indonesia. Tak heran sejak dulu kota yang memiliki Pelabuhan Murhum ini telah menjadi incaran meeting point para pedagang untuk bertemu. Tercatat selama 10 tahun ini, laju pertambahan penduduk di Bau-Bau mencapai 3,23%. Dan angka ini akan terus melaju pesat, karena terpicu oleh eksodus Ambon dan Ternate. Namun sayangnya, di kota yang pernah menjadi pusat Kesultanan Buton ini, pada tahun 2009 kurang lebih 1.500 KK warga Bau Bau menempati kawasan kumuh yang tersebar di di Kecamatan Murhum (Kelurahan Lanto, Nganganaumala, Wameo, Tarafu dan Bone-Bone) serta Kecamatan Wolio (Kelurahan Bataraguru, Tomba dan Wale).
Dalam mengatasi masalah permukiman dan kependudukan tersebutlah, Pemerintah Kota Bau-Bau telah bekerja sama dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dalam melaksanakan program peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan (NUSSP / Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project) yang pelaksanaannya telah berlangsung sejak tahun 2005 - 2008 untuk program peningkatan kualitas permukiman (Upgrading), dan dilanjutkan ke tahun 2009 - 2010 untuk program Upgrading Plus dan pembangunan kawasan baru (NSD / New Site Development).
Program NSD dimaksudkan untuk menyediakan kawasan baru yang siap huni, khususnya bagi komunitas Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Bau-Bau. Dan, sesuai dengan arahan RP4D Kota Bau-Bau yang telah dilegalisasikan pada tahun 2009 lalu, alokasi ruang untuk NSD ini ditetapkan di lahan "Kasiba-Lisiba" di Kelurahan Lipu (Kecamatan Murhum) dengan luasan mencapai 2,5 ha.
Kebutuhan MBR terhadap rumah layak huni ini juga dikemukan oleh Hari Purnomo, Asisten Manager BTN (Bank Tabungan Nasional) Cabang Kendari. "Kebutuhan MBR terhadap perumahan diproyeksikan akan terus meningkat. Dari sisi pasar, kebutuhan ini cukup tinggi, karena kebutuhan akan tempat tinggal bagi MBR merupakan hal yang pokok, terutama di perkotaan seperti Bau-Bau," ungkap Hari yang juga mengurusi cakupan pelayanan BTN untuk wilayah Bau-Bau.
Kemajuan Pembangunan NSD
Melangkah satu bulan sejak kunjungan Tim ADB dan Kementerian Pekerjaan Umum di Bau-Bau, di akhir Juli 2010 ini, menurut Abduh, sudah sekitar 202 warga sudah menyerahkan berkas dan diwawancarai Satker NSD/PemKot. Dari jumlah tersebut, 80 user telah membayar uang muka dan biaya proses. Dan sekitar 79 user dinyatakan BTN lolos seleksi dan telah diwawancarai. "Dan 29 user kemudian telah ditetapkan akad kredit berikut penerbitan SP3K dan sertifikasi kavlingnya," tutur Hari Purnomo, Asisten Manager BTN Kendari yang juga mengurusi wilayah nasabah BTN di Bau-Bau. Angka verifikasi ini terlihat meningkat. Sebelumnya dalam kunjungan Tim Review Mission ADB akhir Juni lalu, dikemukakan bahwa untuk verifikasi user saat itu baru 127 yang menyerahkan berkas dan diwawancarai Satker NSD/PemKot, yang bayar uang muka dan biaya proses: 55 user, kemudian yang lolos seleksi BTN: 38 user, diwawancarai BTN: 28 user, dan 10 user ditetapkan akad kreditnya.
Calon user dijaring dan diseleksi dari kelurahan -kelurahan yang terdapat kawasan kumuh di Bau-Bau, dan pada umumnya adalah kelurahan-kelurahan yang terletak di daerah pinggiran pantai maupun bantaran sungai, yaitu : Kelurahan Wameo, Bone-bone, Tarafu, Kaobula, Nganganaumala, Wajo, Tomba, Batarguru, Wangkanapi dan Batulo.
Abduh menuturkan, awalnya, periode Nov.2009 - Maret 2010, hanya dilakukan sosialisasi pada lima kelurahan prioritas sesuai dengan tingkat kekumuhannya (Wameo, Nganganaumala, Wajo, Tomba, dan Batarguru), dan selanjutnya dilakukan pendataan sampai dengan proses wawancara, terjaring sebanyak 192 calon user, tanpa membebankan kepada calon user untuk pembayaran uang muka dan biaya proses, dangan asumsi pada saat itu para calon user belum memiliki kesiapan finansial dan sambil menunggu kesiapan calon user untuk memenuhi kewajiban pembayaran uang muka dan biaya proses. "Namun saat disampaikan agar calon user segera membayar uang muka sebesar Rp 3,3 juta dan biaya proses Rp 3,1 juta pada awal Maret, maka sejumlah 62 calon user mundur karena menyatakan tidak sanggup membayar.
"Untuk mencapai target user, maka periode Maret - Juli 2010, proses sosialisasi dilakukan kembali dan diperluas ke lima kelurahan tambahan (Kaobula, Bone-Bone, Tarafu, Batulo dan Wangkanapi) sambil tetap mengakomodir calon user yang berasal dari kelurahan sebelumnya," tutur Abduh. Dan dengan metode ini, saat ini tercatat sekitar 202 warga sudah menyerahkan berkas dan diwawancarai Satker NSD/PemKot. Dari jumlah tersebut, 80 user telah membayar uang muka dan biaya proses. Dan sekitar 79 user dinyatakan BTN lolos seleksi dan telah diwawancarai. Dan, 29 user kemudian telah ditetapkan akad kredit. "Sebagai komitmen dari BTN untuk membantu dan memberikan pelayanan terbaik bagi MBR, kami menetapkan nilai tambah yang kompetitif bagi nasabah NSD. Masing-masing user dikenakan cicilan rumah yang terjangkau dengan subsidi bunga sebesar 7%. Tiap user diikenakan angsuran sebesar Rp 372.000 - 490.000/bulan. Itu sudah termasuk cicilan pokok dan cicilan bunga," tutur Hari.
Selain kemajuan verifikasi kepastian user, indikator percepatan juga ditunjukan dalam penuntasan pembangunan konstruksi rumah. Abduh memaparkan, saat ini dari rencana 132 rumah, tercatat sudah 75 rumah selesai dibangun, dengan perincian 5 unit terbangun tunggal dan 36 unit terbangun kopel. Posisi penyelesaian sampai dengan atap: 108 unit, belum terpasang atap: 8 unit, pembangunan fondasi: 4 unit dan sisanya 12 unit tengah diselesaikan. Saat kunjungan ADB bulan lalu, tercatat baru 42 unit terbangun, dengan perincian: 5 unit terbangun tunggal dan 36 unit terbangun kopel. Rumah saat itu sudah finishing: 42 unit, posisi penyelesaian sampai dengan atap: 76 unit, belum terpasang atap: 18 unit, pembangunan fondasi: 10 unit dan sdan dalam tahap penyelesaian: 28 unit.
"Untuk pekerjaan sanitasi lingkungan dan air bersih kini telah melewati kemajuan 90%. Pekerjaan jalan dan drainase mencapai 60% dan kelistrikan 12%," tambah Abduh menjelaskan. Artinya, pembangunan infrastruktur juga mengalami kemajuan dari sebelumnya saat Tim ADB datang menengok lokasi. Di saat itu, pekerjaan sanitasi lingkungan dan air bersih baru mencapai 70,14%, jalan dan drainase: 47%, sementara kelistrikan saat itu tengah diproses.
Optimisme dan keseriusan Pemerintah Kota Bau-Bau juga tampak dalam kesiapannya dalam menyusun Peraturan Daerah (Perda) dan Skema Rencana Operasional dan Manajemen terkait dengan pengelolaan kawasan NSD di masa depan. Abduh menambahkan, saat ini juga tengah digodok oleh Pemerintah Kota tentang kelembagaan yang paling tepat dalam pengelolaan asset untuk pengurusan masa depan NSD. "Kami saat ini tengah memilih apakah pengelolaan NSD ini dalam UPTD (Unit Pengelolaan Terpadu Daerah)," kata Abduh. Juga ke depannya akan dipersiapkan pembentukan RT/RW dalam rangka pelayanan administrasi perumahan.
Menurut Abduh, untuk pemeliharan kebersihan tetap mengacu pada Perda yang sudah ada mengenai Retribusi Sampah, sedangkan infrastruktur air bersih terkait dengan penyediaan air bersih bagi penghuni NSD, saat ini dalam pembahasan dengan pihak PDAM Kota Bau-Bau. Sedangkan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan maupun penyediaan sambungan listrik per rumah, juga dalam proses pembahasan dengan pihak PT. PLN Cabang Bau-Bau. "Selain itu, ada juga Perda lainnya, terutama yang berkenaan dengan Perda tentang penempatan bangunan terhadap batas-batas kaveling dan jarak bebas permukaan terhadap permukaan bangunan lain yang berada di sisi-sisinya, serta terhadap jalan. Piranti pengaturan tersebut biasa dikenal dengan sejumlah istilah seperti KLB (Koefisien Lantai Bangunan), KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KDH (Koefisien Daerah Hijau), GSB (Garis Sempadan Bangunan), GSJ (Garis Sempadan Jalan)," jelasnya.
Selain Perda, dukungan juga ditunjukkan oleh para pihak lembaga pemerintah dan perbankan swasta yang terkait dengan pembangunan NSD di Bau-Bau. Sesuai dengan MoU ketiga pihak, maka stakeholder utama yang urun rembug dalam pembangunan NSD ini adalah PT. BTN (Persero) Tbk (sebagai lembaga keuangan pendukung), PT. Tasvo (sebagai Developer), PT. PLN Cabang Bau-Bau, PDAM Kota Bau-Bau, Badan Pertanahan Nasional (BPN Kota Bau-Bau) , Kantor Pos dan Giro sebagai penyedia jasa layanan Tabungan Batarapos kerjasama dengan pihak PT.BTN serta Pemerintah Kota Bau-Bau (SKPD terkait, meliputi Bappeda dan PM, Dinas PU, Dinas Kebersihan, Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan, Kantor Pelayanan Perizinan, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kantor Kecamatan lokasi sasaran calon user).
Dari sisi kesiapan lahan, Abduh menyatakan bahwa saat ini sertifikat tanah sedang diproses untuk dituntaskan, yaitu memecah sertifikat induk dari 12 ha menjadi 2,5 Ha untuk NSD dan sisanya untuk program pembangunan kota. "Kami sudah memiliki Surat Rekomendasi Pelepasan dan Pengalihan Hak Aset untuk pengurusan Sertifikat Tanah NSD ke BPN," katanya. Ia merujuk pada Surat Persetujuan DPRD Kota Bau-Bau yang tertuang dalam Berita Acara Keputusan Rapat Paripurna DPRD Kota Bau-Bau No: 03/DPRD/Tahun 2009 tanggal 8 Mei 2009 tentang Persetujuan Penyediaan Lokasi Pengembangan Kawasan Baru NSD-NUSSP serta Surat Keputusan Walikota Bau-Bau No: 050/62/BPPM/2009 tentang Penetapan Lokasi NSD-NUSSP Kota Bau-Bau. Sebagai gambaran, bahwa harga jual saat ini untuk lokasi NSD berkisar Rp 50.000/m2, sementara harga bangunan NSD ditaksir oleh BTN bernilai Rp 44 juta/unit rumah termasuk didalamnya komponen tanah.
Langkah berikutnya, tambah Tageli Lase dari Kantor Pertanahan BPN Bau-Bau, PemKot Bau-Bau akan mendampingi para user untuk secara kolektif mengajukan permohonan kepada negara untuk mengurus pengalihan status tanah dari Hak Pakai menjadi Hak Milik.
Sementara itu, Drs. Mz. Tamsir Tamim, Msi, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran menyampaikan dukungannya "Kami akan mendukung dan mem'back up pengelolaan kebersihan, terutama untuk angkutan sampah dan mekanisme iuran, apabila lokasi NSD sudah ada penghuninya," kata Tamsir dihadapan Tim Review Mission ADB.
Dari kesiapan dukungan kelistrikan, Sanuddin, selaku Kepala PLN mengungkapkan bahwa pada dasarnya PLN tetap dan siap mendukung program NSD-NUSSP di Bau-Bau. Terutama, dalam hal penyediaan listrik masing-masing unit rumah, dan tidak terbatas kepada 100 unit rumah, mengingat cadangan daya listrik PLN Kota Bau-Bau berkisar 0,5 hingga 1 MWatt.
Abduh juga menambahkan, saat ini semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan telah siap dilokasi (on site), terdiri dari tiang listrik, kabel, travo, dan instrumen pendukung. Pemasangan tiang listrik sementara dalam pengerjaan, dan minggu depan sudah dapat dilakukan pengerjaan bentangan kabel listrik.
"Sertifikat Layak Operasi sedang diproses. Disamping itu, dalam tahun ini juga akan dilakukan penambahan mesin PLTD dengan kapasitas 2 x 7,5 Mwatt, serta pembangunan PLTU Kolese dengan kapasitas 3 X 15 MWatt dalam tiga tahun mendatang," jelas Sanuddin memaparkan.
Sementara itu, M. Arsis Jafar, Kepala PDAM Kota Bau-Bau, menjelaskan, kemajuan pekerjaan infrastruktur air bersih dan sanitasi saat ini telah melampaui 90%, bahkan telah mendekati 100% sesuai dengan target kontrak. "Kami akan bangun pipa transmisi 300 m dari Pipa Induk yang ada di samping Kantor Walikota," tutur Arsis saat diskusi dengan peserta Tim Misi ADB bulan lalu.
Arsis juga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Water Reservoir berada di perbukitan adalah untuk mengurangi beban operasional. "Selain itu, jka ditinjau dari aspek teknis peletakkan posisi reservoir dimaksud dapat lebih efektif dengan mekanisme pengaliran air menggunakan sistem gravitasi dari reservoir ke masing-masing unit rumah, mengingat kondisi dan kontur lahan yang tidak datar (berbukit)," tutur Arsis menjelalaskan.
Tentang tarif PDAM, Abduh menambahkan, sudah diatur dalam Perda Retribusi Air Minum, termasuk kebijakan tarif bagi calon user NSD yang berkategori MBR.
NSD Palagimata: Dari Rumah Tumbuh Menuju Kawasan Strategis
Seluruh pembangunan infrastruktur NSD Palagimatatersebut memang telah dipersiapkan oleh pemerintah Kota Bau-Bau sesuai dengan tata ruang dan rencana pengembangan kota.
Menurut Abduh, perumahan NSD di Lipu dibangun dengan konsep rumah tumbuh. dengan harapan bahwa calon user tidak selamanya tergolong MBR. "Untuk itu, sejak awal berbagai himbauan dan sosialisasi telah dilakukan kepada calon user agar senantiasa memacu diri dan termotivasi untuk senantiasa meningkatkan produktivitasnya, sehingga calon user dapat keluar dari kriteria MBR," papar Abduh menjelaskan.
Dengan demikian, kata Abduh, diharapkan calon user dapat mengembangkan sendiri bangunan yang telah ada dengan memperhatikan estetika bangunan dan kesesuaiannya dengan peraturan yang telah ditetapkan. "Sehingga tidak lagi berpotensi menimbulkan kawasan kumuh baru, bahkan sebaliknya akan menjadi salah satu kawasan permukiman percontohan untuk permukiman kawasan sekitarnya, sekaligus menjadi titik pertumbuhan baru dan daya tarik bagi masyarakat untuk mengembangkan lebih lanjut Kawasan Palagimata, yang merupakan salah satu kawasan yang dikategorikan strategis oleh pemerintah kota Bau-Bau," jelas Abduh.
Pembangunan NSD ini disambut baik oleh masyarakat Bau-Bau. Bu Nurida, salah satu user yang telah akad kredit, Nurida mengungkapkan bahwa program NSD ini bermanfaat dan senang akan memiliki rumah.
Hal senada juga disampaikan oleh Syamsuddin. User NSD Palagimata ini juga menuturkan rasa terima kasihnnya karena telah diberi kesempatan untuk memiliki rumah NSD Lipu.
Sementara itu, Sitti Syarifah, salah satu user, menyarankan agar program NSD ini dilanjutkan karena bermanfaat.
Mencermati sambutan dan keinginan masyarakat Bau-Bau ini, pihak BTN menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan lebih lanjut program NSD ini. "Kami dari BTN akan mendukung dan akan membantu menata kehidupan MBR untuk lebih baik lagi, dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh MBR," pungkas Hari.
Dengan kemajuan, kesiapan, apresiasi masyarakat dan dukungan pemerintah maupun swasta perbankan tersebut, maka akan terjawablah sudah keraguan Wolfgang dan Tim ADB yang khawatir bahwa investasi mereka di NSD Palagimataakan dipertanyakan oleh Kantor Pusat ADB di Manila karena dianggap lambat dan bermasalah.
- Rabu, 14 September 2011Amirul Optimis Jembatan Pulau Buton-Muna Tersambung
- Selasa, 17 Agustus 2010Peringatan HUT RI ke-65 di Baubau Berlangsung Khidmat
- Minggu, 23 Mei 2010Kwarcab Bau-Bau, Gelar rapat Revitalisasi
- Minggu, 20 Desember 2009APBD Bau-Bau Tahun 2010 Ditetapkan
- Minggu, 5 April 2009Permainan Tradisional Buton Kembali 'Digali'









