Patung Naga di Pantai Kamali
Saat pembangunan Patung Naga ini rembulan malam menerangi 7 malam berturut-turut
Festival Perairan Pulau Makasar (FPPM) yang selama ini dilaksanakan bertujuan untuk menarik perhatian wisata manca negara, dan sesuai kesepakatan semua pihak, baik pemerintah Bau-Bau, Propinsi dan masyarakat, FPPM ke IV akan GO Internasional, dan menjadi festival yang bisa menjual Bau-Bau ke masyarakat dunia.
Demikian diungkapkan Walikota Bau-Bau, Drs. H. Mz Amirul Tamim M.Si kepada Wartawan K.TV Jepang, Moon Woo Seok (Produser K.TV) dan kontributor K.TV Jepang Dara Ayunda juga kepada wartawan lokal dirujab Walikota Bau-Bau (21/7).
Untuk mendukung rencana tersebut, beberapa rangkaian kegiatan FPPM dikemas bertaraf nasional, termasuk bagaimana keindahan terumbu karang laut Bau-Bau sebagai tempat daifing, kesediaan areal snorkeling, lomba perahu naga yang akan dibuka untuk kontingen luar negeri dengan mengundang negara Korea ataupun negara lain untuk bisa hadir pada FPPM IV , maupun untuk peserta lomba renang.
Disamping itu, dalam perhelatan FPPM IV tahun 2011 akan diadakan atraksi budaya baik itu tuturangiana andala maupun mataa yang diselenggarakan masyarakat Sorawolio atau suku Cia-Cia yang tinggal di Bau-Bau. Termaksud beberapa kegiatan parade kapal nelayan dari seluruh kabupaten Kota Se-Sultra. Yang paling menarik FPPM IV nanti akan dilaksanakan pada malam hari dengan berbagai kembang api yang akan menghiasi teluk Bau-Bau dan perahu naga juga akan di hiasi dengan lampu-lampu, "Ini akan menjadi panorama yang indah karena sebelumnya pengunjung akan melihat sanset kemudian malam harinya menyaksikan kembang api di laut dari Bukit Wantiro,"ujar Amirul.
Ditambahkan, FPPM bertujuan untuk mengangkat sejarah Pulau Makasar terutama kenapa pulau tersebut dinamakan Pulau Makasar sementara Makasar sendiri berada di Sulawesi Selatan. Sehingga memang tidak terlepas dari bagian sejarah panjang masa lalu dimana Bau-Bau adalah salah satu titik daerah yang menjadi titik perhatian bangsa-bangsa lain di dunia pada waktu itu. Bau-Bau adalah sebagai pusat peradaban kesultanan Buton, sehingga Bau-Bau perlu melakukan peran penting dari perhelatan sejarah masa lalu.
Bau-Bau jelas Amirul memiliki posisi strategis yang menghubungkan beberpa titik - titik penting pada waktu itu, ketika beberapa negara menjadikan maluku sebagai salah satu tujuan untuk mengambil rempah-rempah. Disamping maluku ada beberapa kerajaan seperti ternate Goa dan beberapa kerajaan nusantara, untuk mecapai kerajaan ini negara eropa harus melewati kesultanan Buton, dimana kala itu kesultanan Buton terletak di Bau-Bau. Peran penting Bau-Bau bukan saja dimasa lalu tetapi sampai saat ini dan masa yang akan datang Bau-Bau masih strategis. Oleh sebab itu, Kota Bau-Bau harus mengangkat apa yang menjadi sumber yang menjanjikan bagi masyarakat Bau-Bau, misalnya teluk Bau-Bau mempunyai terumbu karang yang cukup menjanjikan, kemudian ada beberapa jenis ikan yang berbeda dengan tempat lain dengan demikian pada Festival PUMA dilakukan refitalisasi teluk Bau-Bau, potensi untuk tempat melahirkan atlit dayung.
Lebih lanjut dikatakan, beberapa latar belakang yang ingin diungkap pada FPPM diantaranya sejarah kebudayaan Buton dengan berbagai ritual yang ada sebagai motifasi dan spirit bagi masyarakat akan budayanya, antara lain dengan menampilkan tuturangianandala (memberikan sesajen di laut) dan ini diyakini oleh masyarakat. Tetapi tujuan utamanya yakni ingin memperlihatkan bila Bau-Bau memiliki budaya dengan berbagai rangkaian kegiatan.
Kemudian, dengan melakukan lomba dayung maka Bau-Bau, Buton atau Sultra secara keseluruhan merupakan tempat atlit-atlit dayung nasional bahkan internasional sehingga lomba perahu naga memang perlu dilakukan dengan tujuan selain untuk ajang hiburan, juga bertujuan untuk mencari prestasi dan bibit-bibit unggul." Pada FPPM kali ini, kita membuka tournamen dengan mengajak atlit daerah lain. Selain itu lomba sampan tradisional dari pulau makssar ke pulau Buton, selain itu juga lomba renang dari Puma ke pesisir pantai Kokalukuna,"kata Amirul. (nur Kominfo)http://kominfo.baubaukota.go.id/newsview/368/
- Rabu, 6 Oktober 2010Walikota dan Ketua DPRD Diajak Lihat Kota Eks Perang di Korea
- Selasa, 3 Nopember 2009Peran OKP Haruslah Maksimal
- Sabtu, 12 Desember 2009Gubernur Beri Penghargaan Ketahanan Pangan Pada Amirul
- Selasa, 24 Agustus 2010Pemkot Baubau Sambut Meriah Peserta Sail Indonesia 2010
- Sabtu, 2 Oktober 2010Baubau Ekspo Ajang Promosi Potensi Unggulan








