Baubau Logo
Kantor Walikota Baubau
Pengembangan kawasan terpadu dengan estetika tata ruang kota yang indah
Pengembangan kawasan terpadu dengan estetika tata ruang kota yang indah
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Kamis, 15 Juli 2010
80 Persen Siswa Baubau Bisa Berbahasa Korea Pasif

Untuk yang kesekian kalinya sebanyak 80 pelajar dan mahasiswa dari Korea yang merupakan delegasi kerja sama internasional musim semi universitas nasional kyung pook korea dengan Pemkot Baubau kembali mengunjungi bumi semerbak Kota Baubau (13/7). Kedatangan ke-80 pelajar tersebut disambut langsung oleh Asisten III Sekda Kota Baubau Kostantinus Bukide SH M Si di pelabuhan murhum Selasa sore (13/7) setelah menempuh perjalanan laut dengan km sagori ekspres dari kendari.

Sekretaris Daerah H Suhufan S Ag melalui kepala badan kominfo dan pengolahan data Kota Baubau Drs Sadarman M Si saat penerimaan secara resmi di rujab Walikota Baubau mengatakan, salah satu suku di Kecamatan Surawolio yakni CiaCia mulai dari pelajar SD sampai dengan SMA yang telah diajarkan bahasa korea sejak bulan Januari lalu, 80 persen sudah dapat berbahasa korea dengan pasif.

Oleh sebab itu, dengan adanya kunjungan 80 pelajar korea yang terdiri dari 18 orang siswa dan 62 mahasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baik dari sisi ilmu pengetahuan, kebudayaan dan teknologi informasi kepada pelajar dan mahasiswa di wilayah calon ibukota Provinsi Buton Raya ini.

Menurut Sadarman, ke-80 pelajar dan mahasisa korea itu rencananya akan mengajar di beberapa sekolah yakni SMAN 1 Baubau, SMAN 2 Baubau, SMAN 4 Baubau dan SMAN Surawolio yang merupakan tempat pertama kerja sama pengenalan bahasa korea. Kemudian, dari 80 pelajar dan mahasiswa korea itu akan dibagi pula menjadi 4 kelompok yang setiap kelompok berjumlah 20 orang yang akan melakukan kegiatan diantaranya selain memberikan pelajaran bahasa korea juga sharing informasi kegiatan budaya bahasa korea, pelajaran teknologi informasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan."Kita berharap mahasiswa korea dapat berbaur dengan masyarakat Baubau, apalagi mereka berada disini selama 18 hari dan tinggal di rumah-rumah penduduk,"ujarnya menirukan pernyataan Sekda Baubau Suhufan.

Sementara itu, dosen pendamping kebudayaan di kampus kyung pook korea Prof Byan Hak, Sa mengaku kagum dan tak pernah berpikir akan penyambutan yang cukup meriah dari Pemkot Baubau. Sehingga, meskipung perjalanan yang cukup jauh dan menjenuhkan mendadak menjadi hilang dikarenakan keramahan Pemkot dan masyarakat Baubau.

Diungkapkan Byan Hak, Sa, kunjungan pelajar dan mahasiswa korea ini dimaksudkan guna mempromosikan Baubau di korea termaksud kegiatan pelajar dan mahasiswa korea tentang Informasi dan Teknologi atau yang dikenal dengan I. Pihaknya juga ingin mengetahui bagaimana kegiatan pelajar dan masyarakat Baubau. SAID IDU

Berita Lainnya