Baubau Logo
Mesjid Keraton
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Selasa, 22 Juni 2010
MELALUI PROGRAM PELATIHAN ACCESS FASE II YANG DIIKUTI LSM DAN INSTANSI PEMERINTAH SIAP DAMPINGI WARGA DALAM MENYUSUN RPJM

Suatu perencanaan pembangunan di harapkan akan lebih koperhensif dengan mengoptimalkan aset-aset pembangunan masyarakat seta sumber penganggaran lainnya sebagai kebutuhan sesuai RPJM desa/kelurahan. LSM Mitra Samia merupakan salah satu mitra stratergis Access melakukan pelatihan penyusunan perencanaan dan penganggaran pedekatan Cleep pada LSM dan Staf Instansi terkait yakni kabupaten Buton Utara dan Kota Bau-Bau.
Tahapan perencanaan pembangunan desa/kelurahan menjadi salah satu fokus pengembangan pendekatan Community Learning and Action Participatory Process (CLAPP) pada Access fase 2, karena tanpa tahapan perencanaan yang baik, suatu kegiatan tidak akan berjalan, dengan baik.Rencana pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang pastisipasi harus di dukung.
Dalam konteks tahapan perencanaan tersebut, maka CLAPP sebagai suatu tahapan proses perencanaan pembangunan yang bisa menghasilkan RPJM desa/kelurahn dan RKP yang pastisipatif, transparan, akuntabel, inclusive orang miskindan perempuan akan reus di kembangkan sesuai kebutuhan.
Salah satu fasilitator Mitra Sangia, Bagus Aryawa, mengungkapkan pelibatan semua unsur masyarakat miskin,perempuan,pemuda dan kelompok marjinal lainnya dalam setiap perencanaan akan semakin mendorong lahirnya suatu dokumen perencanaan yang memang telah sesuai dengan keinginan masyarakat itu sendiri.
Bagus menambahkan dalam pendekatan perencanaan yang di pimpin masyarakat harus sesuai dengan aset serta potensi yang di miliki. Dalam perencanan ini juga harus di lakukan persiapan yang matang sehingga pedekatan perencanan yang di pimpin masyarakat harus menghasilakan dokumen RPJM dan RKP desa/kelurahan yang mendorong keswadayaan sehingga tumbuh sifat kegotongroyongan.
Lebih lanjut, proses perencanaan yang di pimping masyarakat jika di kaitkan dengan Musrenbang sesuai surat edaran bersama Bapenas/Mendagri nomor 0008/2007,dan 050/264A/SJ 2007, serta PP Nomor 72/2005 tentang desa, maka musyawarah masyrakat dengan Cleep adalah prose yang bisa mengahasilkan RPJM dan RKP secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Sahrul, salah satu koordinator program perancanaan dan penganggaran yang partisipatif di Kabupaten Buton Utara yakni LSM yakin, mengungkapkan pendekatan Cleep merupakan metode yang sangad efektif dan dapat memberikan ruangan pada masyarakat dan tidak pernah terlibat langsung dengan proses perencanaan desa/kelurahan. Persiapan merupakan sangat penting dan utama dalam mewujudkan kepemilikan proses dan hasil oleh masyarakat. Persiapan yang di maksud adalah kunjungan ke rumah tetangga khususnya keluarga miskin dan perempuan, serta para pemangku kebijakan di tiap tingakat desa/kelurahan.
Dalam pelatihan yang di ikuti sekitar 30 orang peserta dari dua daerah yakni kota Bau-Bau dan Buton Utara, dilaksanakan selama 9 hari dari 13-22 Juni 2010. LSM dari kota Bau-Bau yakni Sekolah Rakyat Butuni (serabut) sementara dari Buton Utara di ikuti LSM Yakin. Dari instnasi pemerintah utusan dari BAPEDA masing-masing daerah. Selain materi kelas juga di lakukan praktek lapangan guna melakukan pendekatan langsiung pada msyarakat dan mengajak warga dalam melakukan penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Di tempat terpisa Jhon Lee, koordinator Access Provinsi Sulta mengatakan ada empat daerah yang menjadi lokasi program untuk fase II yakni, kota Bau-Bau, kabupaten Buton, Buton Utara, dan Muna. Dari empat daerah tersebut pemerintah daerah telah memberikan dukungan pada program yang akan di jalankan. Selain program yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran, juga terdapat program yang fokus terhadap Pendidikan, kesehatan (HIV-AIDS) dan kesehatan Ibu dan anak edited by.(achmad kimsan)

Berita Lainnya