Baubau Logo
Patung Naga di Pantai Kamali
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Baubau
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Baubau
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Rabu, 25 Juni 2008
Monumen Naga Pantai Kamali Kota Bau-Bau, dari Kawasan Kumuh Kini Jadi Kebanggaan

Kawasan pantai Kamali Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara kini menjadi ikon pemerintah Kota Bau-Bau. Padahal, sebelumnya kawasan ini merupakan kawasan yang kumuh dan tak teratur dan menjadikan wajah kota Bau-Bau tak teratur. Bangkai kapal yang berserakan di sepanjang pantai, sampah berserakan hingga timbullah masalah-masalah social dan kasus kriminal mewarnai kawasan yang pada masa lalu menjadi lokasi peristirahatan keluarga Sultan Buton ini.

Namun, kini ribuan masyarakat Kota Bau-Bau yang berasal dari kalangan pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang becak, pengamen hingga kalangan menengah ke atas tumpah ruah di lokasi pesisir pantai Kamali.

Sebuah monumen Naga berdiri Kokoh menghadap arah laut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat Bumi Semerbak Kota Bau-Bau. Lokasi ini diresmikan dan dihadiri 15 Walikota se-Indonesia Timur dalam wadah APEKSI Komwil VI.
Sebuah symbol persatuan dan kebersamaan serta semangat untuk membangun dalam suasana damai dan persaudaraan. Di saat yang sama para walikota membubuhkan tanda tangan pada prasasti di depan monumen naga Kamali Kota Bau-Bau. “Ini salah satu bagian dari Managemen Ilahi,” kata Amirul Tamim Walikota Bau-Bau.

Sebuah momen bersejarah bagi masyarakat Kota Bau-Bau. Amirul Tamim walikota Bau-Bau mengungkap ada 4 peristiwa bersejarah saat peresmian Monumen Naga Pantai Kamali medio 2007 lalu. “Di malam ke -15 di bulan purnama tanggal 1 Juni hari lahirnya Pancasila monument ini kita resmikan. Bertepatan juga dengan hari Waisak, 15 Walikota se-Indonesia Timur menorehkan tanda tangan. Ini juga sebagai bukti bahwa Kota Bau-Bau beserta seluruh masyarakatnya siap memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa ini. Bau-Bau adalah Indonesia Mini yang patut menjadi semangat. Falsafah Budaya warisan kesultanan harus menjadi perekat. Bahwa apa yang kita lakukan dalam membenahi Kota Bau-Bau merupakan wujud kecintaan kita pada bangsa Indonesia. Demi negeri dan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Amirul dalam sambutannya.

Keberhasilan Amirul dalam menata Kota Bau-Bau juga mendapat apresiasi positif dari para walikota anggota Apeksi Komwil VI.
Ketua Apeksi Komwil VI Ir Ilham Arief Sirajuddin yang juga Walikota Makassar ketika menyampaikan kesan dan pesan mengaku salut atas prestasi yang dipertontonkan Amirul kepada seluruh warganya. “Saya yakin Kota Bau-Bau adalah Kota yang bakal tampil sejajar dengan Kota lainnya. Masyarakat Kota Bau-Bau harus bangga dengan kepemimpinan Walikota Amirul Tamim yang telah melakukan berbagai terobosan dalam pembangunan,” katanya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Walikota Palu Rusdi Mastura Bahkan tak segan-segan ia mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bau-Bau untuk tetap mendampingi Walikota Amirul demi menata Kota Bau-Bau hingga masa yang akan datang.

Peristiwa peresmian monumen Naga di Pantai Kamali bagi Walikota Amirul Tamim yang bertepatan dengan beberapa persitiwa penting disebutnya tak lain adalah Managemen Ilahi. (Bardin)

Berita Lainnya