Baubau Logo
Pelabuhan Bongkar Muat Barang
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Minggu, 9 Mei 2010
Bau-Bau Jadi Tuan Rumah Lokakarya Nasional P3BM MDGs

 

Lokakarya Nasional P3BM yang merupakan bagian dari tahapan implementasi P3BM di lokasi tahap kedua telah dilaksanakan di Mataram, NTB dengan tujuan utama merumuskan rencana aksi untuk mendukung implementasi P3BM.  Rencana aksi tersebut perlu dipertajam agar lebih fokus kepada penanganan masalah MDGs yang dihadapi dan perlu diagendakan pada musrenbang 2010 sehingga dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2011.   Berdasarkan berbagai proses yang telah dilakukan dan juga dari lokakarya tahap pertama, diketahui bahwa di 9 kabupaten target tahap kedua telah terbangun komitmen yang sangat kuat untuk melaksanakan P3BM.

Terbangunnya komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan P3BM merupakan hal yang sangat penting dan perlu dipertahankan, dikembangkan serta dipelihara keberlanjutannya.  Komitmen tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam penyusunan rencana anggaran 2011, dilakukan melalui proses Musrenbang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.  Dengan memanfaatkan kerangka pikir P3BM pemerintah kabupaten/kota dapat menyusun rencana program, kegiatan dan pembiayaan yang fokus pada penyelesaian akar masalah kemiskinan sebagai wujud dari pelaksanaan komitmennya.   Kesungguhan komitmen tersebut secara nyata akan terbukti apabila program, kegiatan dan APBD yang ditetapkan berpihak pada masyarakat miskin.

Untuk mempertahankan dan merealisasikan komitmen tersebut, P3BM bekerjasama dengan 9 Kabupaten/kota lokasi tahap II yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, NTB dan  NTT (Buton, Konawe, Kota Bau-Bau, Lombok Barat, Bima, Sumbawa Barat, Sikka, TTS dan Sumba Barat Daya) melaksanakan Lokakarya Nasional P3BM seri kedua.  Fokus dari Lokakarya Nasional tersebut adalah membedah program, kegiatan dan APBD tahun 2010 yang berpihak pada masyarakat miskin.

Lokakarya MDGs yang menghadirkan Kepala Daerah, Ketua DPRD, dan Kepala BAPPEDA dari 9 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi Cakupan Millennium Development Goals (MDGs) akhirnya dibuka semalam (9/5) di Taman BRI Bau-Bau oleh utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Indonesia, El-Mostafa Ben lamlih. El Mostafa di awal paparannya yang  berbahasa Inggrisnya memuji keindahan Baubau, termasuk taman BRI, yang dinilainya taman yang sangat cantik, karena ada unsur alam, laut, kehijauan dan panorama langit yang sangat indah. bahkan Dia terus memuji bila kota Baubau sebagai sasaran MDGs telah memperlihatkan geliatnya diantara kabupaten kota yang ada di Indonesia.

Turut hadir dan ikut menyampaikan paparannya saat pembukaan lokakarya nasional ini diantaranya, Deputi Meneg PPN/Bappenas Dr. Prastijono Widjojo, MJ, MA, Staf Kemenko-Kesra, dan para Bupati, Kepala Bappeda peserta Lokakarya Nasional P3BM. Meski status helatan nasional, namun tema sentral kegiatan ini
menyangkut isu internasional, yakni Workshop Pro Poor Planning, Budgeting and Monitoring-Evaluation (P3BM) dan Lokakarya Nasional Millenium Development Goals (MDGs) tanggal 10-12 mei 2010.

Beberapa daerah yang hadir berasal dari 3 provinsi masing-masing, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT, dan Bali. diantaranya, Jembrana, Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumba Barat daya, Kabupaten Sumba, Kupang dan lain-lain. Acara ini berlangsung dalam suasana romantis dan mendapat apresiasi dari para tamu.

Kepala Bappeda dan PM Baubau, Sudjiton sebagai ketua panitia menyatakan bila daerah yang hadir itu proyek merupakan daerah percontohan Bappenas dan UNDP dalam pencapaian MDGs. Pelaksana sebelumnya adalah di ibukota provinsi. Baubau pertama dilaksanakan untuk di tingkat dua. Ini disepakati di Lombok tahun lalu," ujarnya

Terpilihnya Baubau kata Sudjiton,  menilai ada karakter inovasi yang dilakukan pihak Pemkot. Soalnya, masing-masing daerah memiliki keunggulan. Walikota Baubau, Amirul Tamim misalnya pola yang dilakukan antara lain melalui perubahan pula pikir masyarakat dalam pendekatan ruang untuk mengentaskan
kemiskinan."Dan itu bukan lagi dalam bentuk program, tapi sudah action," terangnya. Hal tersebut bisa dilihat dengan pembukaan jalan baru, kawasan baru, Pantai Kamali, Pusat Jajanan Semerbak, dan reklamasi Pantai Wameo.

Sudjiton- menerangkan, MDGs merupakan salah satu isu penting yang dibahas Presiden SBY saat pertemuan dengan sejumlah gubernur di Bali, belum lama ini. Diharapkan, seluruh daerah melakukan kegiatan pembangunan yang mengarah pada pencapaian MDGs. Kemudian, MDGs disepakati 189 negara di dunia, Indonesia termasuk salah satu yang ikut meratifikasinya. (EP)

 

Berita Lainnya