Baubau Logo
Bandar Udara Betoambari
Penerbangan Merpati dengan pesawat berkapasitas 56 kursi dengan rute penerbangan Baubau - Makassar 4 kali seminggu
Penerbangan Merpati dengan pesawat berkapasitas 56 kursi dengan rute penerbangan Baubau - Makassar 4 kali seminggu
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Jum'at, 7 Mei 2010
40 Pelajar Bau-Bau Peroleh Bantuan Pendidikan Dari Korsel

Perhatian Pemerintah Korea Selatan (Korsel) terhadap dunia pendidikan di Kota Bau-Bau ternyata cukup besar setelah adanya kerja sama antara Pemerintah Korsel dan Pemkot Bau-Bau dalam dunia pendidikan dalam kurun waktu terakhir ini. Bahkan, teranyar, 40 pelajar Bau-Bau yang berasal dari Kecamatan Surawolio memperoleh bantuan pendidikan dari negara ginseng ini yang diserahkan langsung oleh Walikota Bau-Bau Drs H MZ Amirul Tamim M Si Jumat (7/5).

Menurut kepala badan Kominfo dan Pengolahan Data Kota Bau-Bau Drs Sadarman M Si, bantuan yang diberikan Pemerintah Korsel tersebut berupa buku cerita rakyat Korea dan sejumlah uang kepada 40 siswa dan siswi Surawolio. Sejumlah buku cerita rakyat yang bertuliskan huruf Korea dan uang itu berasal dari Seoul Human Resuorces Development City (SHRDC) Korea.

Tulisan Hangul dalam buku ungkap Sadarman dimaksudkan agar tidak mengubah makna dan bahasa Cia-Cia tidak jauh beda dengan cara orang Korea dan berbahasa. Dan yang perlu ditumbuhkan adalah komitmen bahwa yang dipelajari bukan nilainya tapi sekedar ilmu pengetahuan dengan tetap bernuansa dan bernilai Indonesia, Buton serta juga tetap dengan nilai Cia-Cia."Apa pun yang kita pelajari harus tetap mempertahankan budaya,"ungkap Sadarman mengutip pernyataan Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim.

Ditambahkan, Pemkot Bau-Bau yang bekerja sama dengan Pemerintah Korsel mempunyai niat untuk mempersiapkan anak-anak Bau-Bau sama, sederajat dengan masyarakat lain meskipun mereka tinggal di daerah pinggiran Kota Bau-Bau.

Sementara itu, Camat Surawolio Ir La Ode Anwar Ana mengharapkan kepada para orang tua siswa dan siswi untuk tetap menerapkan bahasa Cia-Cia dalam kehidupan sehari-hari sebab saat ini sudah banyak anak-anak Surawolio yang tidak paham lagi dengan bahasa Cia-Cia. SAID IDU

 

Berita Lainnya