Baubau Logo
Perfect Sunset
Keindahan laut saat matahari terbenam di laut Baubau
Keindahan laut saat matahari terbenam di laut Baubau
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Rabu, 25 Juni 2008
4 Kepala Daerah Sepakat Bentuk Provinsi Buton Raya

Pertemuan akbar para kepala daerah di wilayah Buton Raya di Kantor Walikota Bau-Bau Palagimata Minggu (4/5), menjadi sebuah momen yang paling berharga bagi pemerintah dan masyarakat yang berada dalam wilayah Buton Raya.

Apalagi, dalam pertemuan akbar tersebut 4 kepala daerah yakni Walikota Bau-Bau Drs. MZ. Amirul Tamim M.Si, Bupati Buton Ir. H. LM Sjafei Kahar, Bupati Wakatobi DR. Ir. Hugua MBA, Bupati Buton Utara (Butur) yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. H. La Ode Hasirun telah sepakat untuk membentuk sebuah provinsi yang dinamakan Buton Raya.

Bahkan menunjuk Walikota Bau-Bau MZ. Amirul Tamim dan Bupati Buton Sjafei Kahar untuk mengurus segala persiapan pembentukan provinsi.

Sedangkan Kabupaten Muna yang juga mengirimkan utusannya yang diwakili oleh Asisten I Drs. La Muda Ronga menyatakan masih ragu-ragu untuk bergabung dengan Provinsi Buton Raya. Dengan alasan, harus ada pembicaraan terlebih dahulu diantara kepala daerah.

Kesepakatan empat kepala daerah tersebut disaksikan langsung oleh Wakil ketua DPD RI Dr. La Ode Ida, anggota DPR RI Drs. H. La Ode Djeni Hasmar, SSos, M.Si, tim konsultan Depdagri, ketua dan anggota DPRD masing-masing, anggota DPRD Sultra Dapil Buton yang hadir yakni Hermanto SH, Dr. H. Amin Nompo, Rasyid Syawal, Drs. H. Ryha Madi dan Dr.s La Atjeh Amin, Biro Pemerintahan Pemprov Sultra dan ribuan elemen masyarakat yang berada dalam wilayah Buton Raya termaksud masyarakat Buton yang ada di perantauan diantaranya La Masikamba tokoh masyarakat Buton Papua Barat. Bahkan, tokoh-tokoh masyarakat Muna seperti Drs. La Ode Maradala dan yang lainnya juga hadir.

Pada pertemuan yang dimoderatori oleh Ir. Syafril Kasim MES itu, keempat kepala daerah diberikan kesempatan untuk memaparkan kesiapan mereka pada percepatan pembentukan Provinsi Buton Raya yang dimulai dari Walikota Bau-Bau MZ Amirul Tamim yang memaparkan kesiapannya menjadi ibukota Provinsi.

Amirul yang tampil dengan penuh semangat memaparkan segala potensi yang dimiliki oleh Kota Bau-Bau sebagai calon ibukota Provinsi Buton Raya mulai dari sarana infrastruktur pemerintahan, aktivitas ekonomi, pelabuhan laut dan udara serta yang lainnya yang sudah lengkap apabila Provinsi Buton Raya terbentu nanti.

Karena itu, tidak ada lagi yang bisa menghalangi Buton Raya menjadi sebuah provinsi dan Kota Bau-Bau sebagai ibukotanya. Pasalnya, semua yang menjadi persyaratan sudah dimiliki oleh Kota Bau-Bau sebagai calon ibukota provinsi Buton Raya.

"Selaku Walikota Bau-Bau saya mohon doa restu semua elemen masyarakat demi terwujudnya provinsi Buton Raya ini," ujarnya.

Sedangkan Bupati Buton Sjafei Kahar mengungkapkan, sekarang ini sudah saatnya Provinsi Buton Raya harus mekar sebab menyangkut pendekatan pelayanan pemerintahan dan konsentrasi pembangunan. Pasalnya, selama ini dari segi pembangunan antara daratan dan kepulauan terjadi perbedaan. Dicontohkan mengenai persoalan jalan hotmix antara Bau-Bau dan Pasarwajo selama Sultra berdiri tidak pernah dihotmix. Bila dibandingkan dengan daratan semua sudah diaspal hotmix. Demikian pula dengan kondisi jalan antara Buton dan Muna.

Terkait penolakan Bombana yang sudah keluar keputusan DPRD, Sjafei Kahar yang telah berjasa memekarkan Kabupaten Bombana hanya meminta doa restu kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bombana sebab segala upaya yang akan dilakukan provinsi Buton Raya tidak akan terhalangi lagi.

Sementara itu, Bupati Wakatobi Hugua yang mengakui sebenarnya sejak dahulu Buton Raya sudah lama hadir sejak zaman Gubernur Sultra Drs. H La Ode Kaimoeddin, Ali Mazi SH dan Nur Alam SE. Oleh sebab itu, kehadiran tokoh-tokoh masyarakat mencerminkan betapa dasyatnya keinginan masyarakat di wilayah Buton Raya yang ingin minta mekar.

Dikatakan Hugua, sebagai bentuk dukungan atas terbentuknya provinsi Buton Raya maka Kabupaten Wakatobi jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri termaksud akan menjadikan Kabupaten Wakatobi sebagai surganya provinsi Buton Raya yang didalamnya sudah dibuka pintu-pintu ekonomi.

"Saya hanya bisa katakan pertemuan ini merupakan Rahmatan Lil Alamin. Dan yang pasti sangat bagus dan bagus," katanya.

Sedangkan Kabupaten Buton Raya yang diwakili oleh Sekdanya Drs. H La Ode Hasirun menegaskan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton Utara mendukung terbentuknya provinsi Buton Raya. Hanya saat ini, Pemkab Buton Utara masih fokus pada persoalan pembangunan termaksud sekarang mengenai pemindahan ibukota Kabupaten Buton Utara yang oleh DPRD Buton Utara sudah memparipurnakan jika ibukota Kabupaten Buton Utara dipindahkan dari Buranga ke Ereke. (Lay-Kepres)

Berita Lainnya