Menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Buton Raya umumnya, kini Kota Baubau masuk dalam jajaran kota pusaka Indonesia. Hal itu dipertegas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dipusatkan di Kota Ternate Maluku Utara yang dibuka kemarin malam (23/3) di Pelataran Rujab Walikota Ternate.
Hingga saat ini, baru terdapat 32 kota di Indonesia yang dikategorikan sebagai Kota Pusaka di Indonesia, dan untuk Rakernas pertama ini baru 17 kota yang mengikutkan pesertanya. Diantaranya, Kota Sawahlunto (Sumbar), Kota Banda Aceh, Kota Jakarta Utara, Jakarta Barat, Salatiga (Jateng), Jokjakarta, Lubuk Linggau (Kalbar), Baubau (Sultra), Makassar dan Palopo (Sulsel),Ambon dan Tidore. Baubau sendiri mengikutkan 9 orang peserta Rakernas dan termasuk salah satu kota terbanyak mengirimkan peserta Rakernas dipimpin langsung Walikota H. MZ Amirul Tamim.
Disebutkan Walikota Ternate Drs Syamsir Andili, melalui rilis Kepala Badan Kominfo dan PD Baubau, Sadarman menyebutkan, penetapan Kota Pusaka Indonesia berdasarkan komitmen bersama sejumlah wilayah di Indonesia untuk membesarkan pusaka warisan dunia yang ada di Indonesia yang dilaksanakan di Kota Sawahluto tahun lalu. “Kesepakatannya, Rakernas I digelar di Ternate, dan alhamdulillah mendapat respon dari sejumlah walikota di Indonesia ini. Apalagi memang Ternate adalah kota tua di Indonesia yang sangat kaya dengan pusaka dunia,” ujar Syamsir saat pembukaan selaku tuan rumah.
Halnya dengan Walikota Baubau Amirul Tamim, kepada saat diwawancari sejumlah media massa nasional dan regional Maluku Utara, menyebutkan jika jaringan Kota Pusaka ini semakin membangkitkan semangat nasionalisme akan budaya dan potensi yang dimiliki Indonesia. “Ternate telah memberi contoh sejak dini, dan merupakan spirit bagi kota-kota lainnya untuk terus menggali potensi kepusakaan yang ada di daerahnya masing-masing,” ujar Amirul.
Terkait masuknya Baubau sebagai kota pusaka Indonesia, kata Walikota merupakan bentuk kepercayaan public nusantara akan keberadaan Baubau yang punya sejarah panjang masa lalu, dan ornament kepusakaan itu masih terpelihara hingga sekarang, semisal Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia.
Sebagai bentuk apresiasi masuknya Baubau dalam link kota pusaka ini akan ditindaklanjuti dengan rencana pegelaran Sepekan Heritage Nusantara (SHN) yang direncanakan di Baubau sebagai penginisiator pada tahun mendatang.
Sementara itu, sebelum acara pembukaan digelar, sepanjang siang hingga sore kemarin semua peserta Rakernas JKPI disuguhi sejumlah kegiatan menarik, diantaranya menyaksikan panorama Pulau Tidore yang merupakan mascot dalam gambar pecahan uang seribu rupiah, selanjutnya mengunjungi benteng Kalamata, Benteng Kastela, Kedaton Ternate, pementasan Bambu Gila, hingga menikmati durian Ternate yang dikenal sebagai duren terbaik di Indonesia, sembari menikmati panorama Gunung Gamalama tepat ditengah pulau Ternate yang dan lingkarannya dikellilingi wilayah Kota ternate sepanjang 42 km.
Sementara malam harinya, peserta Rakernas disuguhi hiburan-hiburan menarik adri Keroncong Tugu Jakarta, yang dikenal sebagai keroncong terbaik Indonesia, karena pelakonnya merupakan generasi Betawi Asli ketuturan Portugis, dan sejumlah pementasan kesenian bernuansa Eopah, dan kesenian lainnya dari berbagai kota di Indonesia. (zah---http://kominfo.baubaukota.go.id)
- Rabu, 16 Desember 2009Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan Akan Dioperasikan
- Kamis, 9 Desember 2010Pemkot dan DPRD Baubau Sepakat Tingkatkan Efisiensi Anggaran
- Rabu, 28 Oktober 2009UU Kepemudaan Kesempatan Emas BerKontribusi Untuk Bangsa
- Senin, 28 Nopember 2011Bantuan rumah melalui program BSP2S diterima Kecamatan Lealea dan Murhum
- Rabu, 18 Januari 2012Mahasiswa Kedokteran Unhas Baksosnas di Baubau









