Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelontorkan bantuan dana senilai Rp 671 juta kepada Kota Bau-Bau yang diambilkan dari Dana Alokasi Umum (DAU). Dana sebesar Rp 671 juta tersebut rencananya akan digunakan untuk peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di bumi Semerbak Bau-Bau.
Hal ini terungkap dalam video conference antara ketua BKKBN pusat Sugiri Syarief dengan Walikota Bau-Bau Drs H MZ Amirul Tamim M Si di kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Bau-Bau Selasa (9/3).
Menurut Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim, pemberian bantuan dana kepada Pemkot Bau-Bau sebesar Rp 671 juta dikarenakan Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu kota di Indonesia yang lebih memperhatikan kesejahteraan penduduk terutama dan bidang kesehatan dan KB. Karena itu, dana ini akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk pelayanan KB di Kota Bau-Bau.
Dikatakan, selain menggelontorkan dana sebesar Rp 671 juta kepada Kota Bau-Bau, BKKBN pusat juga memberikan bantuan berupa mobil penerangan KB dan pelayanan Informasi Teknologi (IT) kepada Badan Kependudukan dan KB Kota Bau-Bau. IT tersebut akan digunakan bagi perugas lapangan dalam menginput data kependudukan dan KB di daerah ini.
Sementara Kepala Badan Kependudukan dan KB Kota Bau-Bau LM Yusuf Hibali SE M Si mengakui, pihaknya terus melakukan peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat sebagaimana yang telah diarahkan oleh Walikota Bau-Bau. Bahkan, pada tahun 2010 ini, Badan Kependudukan dan KB Kota Bau-Bau berencana melakukan pelayanan keliling untuk kependudukan dan keluarga berencana."Hal ini dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan anak serta bertambahnya jumlah penduduk,"ujar mantan Camat Wolio ini. SAID IDU
- Kamis, 4 September 2008Jumat, Menhub Tiba di Bau-Bau
- Kamis, 21 Agustus 2008Amirul Buka Seminar Pendataan Holtikultura
- Jum'at, 22 Januari 2010Siswa Berprestasi Bau-Bau Bisa Kuliah di Korea Selatan
- Selasa, 20 Juli 2010Posal Baubau Rebut Piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
- Kamis, 4 Maret 2010Walikota Bangun Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah








