Baubau Logo
Pelabuhan Bongkar Muat Barang
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Rabu, 25 Juni 2008
Pembangunan Pelabuhan TTU Migas Bau-Bau Berstandar Nasional

Presentase master plan pembangunan pelabuhan transit utama khusus (TTU) migas di Kota Bau-Bau yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu kini ditindaklanjuti lagi oleh pihak PT Pertamina. Dan PT. Pertamina yang dipimpin oleh Nyoman Sarjana Korpel II Pertamina didampingi PT. Wika dan PT. Krakatau bersama Pemkot Bau-Bau yang dipimpin Walikota Bau-Bau Drs. MZ. Amirul Tamim M.Si menggelar rapat untuk membicarakan hal-hal teknis di lapangan nanti.

Korpel II Pertamina Nyoman Sarjana mengungkapkan, jika Bau-Bau akan menerima langsung supplay Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Balikpapan sehingga nantinya pelabuhan yang akan dibangun nanti di Kota Bau-Bau adalah berstandar Nasional. Apalagi, Bau-Bau akan melayani Kolaka, Kendari, Banggai dan Luwuk termaksud sampai ke Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, jika terjadi treble di daerah-daerah lain maka Bau-Bau akan menjadi pusat pelayanan di Indonesia Timur dan menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Pertamina kata Nyoman Sarjana sangat bangga dengan dukungan yang diberikan oleh Walikota Bau-Bau Drs. MZ. Amirul Tamim M.Si terutama dengan proses pembangunan pelabuhan TTU migas Bau-Bau yang memberikan kemudahan-kemudahan.

Sementara itu Handoko Engineering PT. Wijaya Karya mempertanyakan masalah tenaga kerja yang akan direkrut untuk dipekerjakan dalam proyek pembangunan pelabuhan TTU Migas Bau-Bau termaksud persoalan jalan dan masalah perizinan pelabuhan. Pasalnya, didaerah lain persoalan ini yang menjadi kendala dan sering terjadi gesekan.

Menanggapi hal ini, Walikota Bau-Bau Drs. MZ. Amirul Tamim M.Si berharap tenaga kerja yang mungkin untuk kapasitas dari masyarakat bisa direkrut. Karena, tenaga sipil di Bau-Bau saat ini agak kewalahan termaksud apabila Pemkot Bau-Bau ingin membutuhkan. Apalagi, tenaga sipil di Bau-Bau banyak juga diserap di luar Bau-Bau.

Akibatnya, banyak tenaga sipil dari luar wilayah masuk ke Kota Bau-Bau untuk memenuhi permintaan di Bau-Bau. "Kalau tenaga kasar yang tidak membutuhkan keterampilan diharapkan dari Bau-Bau. Dan yang pasti tidak akan ada gesekan di Bau-Bau apabila pembangunan pelabuhan TTU Migas Bau-Bau sudah dilaksanakan," ujarnya.

Terkait mengenai masalah perizinan pelabuhan, kepala pelabuhan Bau-Bau Abdul Karim Dama mengakui tidak ada masalah. Bahkan, Karim bersedia untuk membantu kelancaran material yang akan dimuat untuk kepentingan pembangunan TTU Migas Bau-Bau. (Lay-Kepres)

Berita Lainnya