Baubau Logo
Panen Raya Baubau
Amirul Tamim di Panen Raya Bersama Petani
Amirul Tamim di Panen Raya Bersama Petani
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Senin, 8 Februari 2010
Penerbangan Perdana Wings Air di Bau-Bau

wings-airDunia maskapai penerbangan kini makin ramai di Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara,  tercatat dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sudah empat maskapai yang menggunakan jasa Bandara Betoambari Bau-Bau sebagai bandara tujuan. Masing-masing, Merpati Airlines, Susi Air, Ekspress Air, dan Minggu siang 7 Pebruari 2009, Wing Air yang disambut kedatangannya oleh Pemerintah dan Segenap warga Kota Bau-Bau.

 Menariknya, Wings Air kali ini lebih istimewa ketimbang maskapai sebelumnya, sebab Wing Air datang dengan pesawat terbaru dengan badan pesawat yang lebih besar. Pesawat ini berkapasitas 70 sheet. Sementara maskapai sebelumnya maksimal 35 sheet. "Sangat nyaman dan ini buat masyarakat Buton Raya," ujar Umar Arsal, angota DPR-RI dari Dapil Sultra yang ikut dalam penerbangan perdana kali ini.

Kehadiran Wings Air juga semakin membuat bisnis jasa penerbangan makin kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat. Sebelum kedatangan Wings Air, harga tiket pesawat rute Makassar-Baubau atau sebaliknya bisa mencapai Rp. 600-800 ribu. Sekarang turun hingga 50 persen, dengan harga tiket dikisaran Rp 350 ribu. Ini juga membuat animo masyarakat untuk menikmati jalur penerbangan semakin tinggi. Terbukti, dengan dua masakapai yang 'aktif' melayani rute Makasar-Baubau, sheet pesawat rata-rata terpenuhi per sekali penerbangan.

Walikota Bau-Bau, H.MZ. Amirul Tamim dalam sambutannya pada penerbangan perdana Wings Air di Bandara Betoambari menyatakan jika bisnis angkutan transportasi udara di Bau-Bau terus meningkat. "Hal ini didukung dengan keseriusan Pemkot Bau-Bau, untuk terus memaksimalkan dan membangun fasilitas bandara, yang kini landasan pacunya sepanjang 1600 meter. Tinggal 200 meter, pesawat berbadan besar akan segera masuk," ujarnya disambut tepuk tangan para penumpang dan warga yang hadir.

 Dijelaskan, kondisi ini akan semakin membuat Bau-Bau lebih cepat berkembang dan ekonomi masyarakatnya akan semakin meningkat. Walikota juga berharap agar anggota DPR-RI terus menyuarakan kondisi Bau-Bau sebagai kota terbuka di sulawesi tenggara, dan menjadi gerbang ekonomi dan pariwisata.

 Seremoni penyambutan ditandai dengan penyiaraman 'air suci' yang telah di doakan oleh perangkat adat Buton di Kota Bau-Bau, juga dimeriahkan dengan tarian 'mangaru' sebagai tarian penyambutan tamu agung di Kota Bau-Bau yang dikenal sebagai Kota Pemilik Benteng terluas di dunia.

(zah-http://kominfo.baubaukota.go.id)

Berita Lainnya