Kerja sama antara Pemerintah Kota Seoul Korea Selatan dan Pemkot Bau-Bau Indonesia terus berlanjut sampai dengan sekarang ini. Setelah Walikota Bau-Bau Drs H MZ Amirul Tamim M Si mengunjungi Kota Seoul Korea Selatan pada bulan Desember 2009 lalu, kini orang nomor satu di bumi semerbak Bau-Bau tersebut bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Korea Selatan untuk Indonesia Kim Hoo Young di Jakarta.
Pertemuan antara Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim dengan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Hoo Young di executive lounge hotel sultan Jakarta 12 Januari 2010 itu menurut staf sekretariat daerah Pemkot Bau-Bau Ibnu Wahid dikarenakan Kim Hoo Young yang memang menyambut baik kerja sama ini dalam kerangka Friendship City ingin mengetahui langsung keberadaan dan progress kerja sama dalam hal adopsi huruf Hangul (Bahasa Korea).
Karena itu, beberapa pertanyaan terkait dengan keberadaan huruf Hangul yang diadopsi ke dalam bahasa Cia-Cia turut dilontarkan oleh Dubes Kim Hoo Young kepada Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim. Bahkan, Dubes Kim Hoo Young mempertanyakan juga apakah adopsi huruf Hangul tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila dan tidak mengenyampingkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu? Karena, banyak kalangan yang menganggap dengan keberadaan huruf Hangul akan mengganti keberadaan bahasa Indonesia.
Namun demikian kata Ibnu Wahid, Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim dalam pertemuan itu menjelaskan bila adopsi huruf Hangul Korea yang diterapkan dalam Bahasa Cia-Cia memberikan dampak yang berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta termuat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pada alinea keempat.
Disamping itu, bahasa adalah ilmu pengetahuan dan orang yang mampu menguasai bahasa asing adalah orang yang akan memiliki daya saing dan keunggulan sehingga mampu menggenggam dunia dalam satu kepalan tangan."Filosofi inilah yang menggerakkan kami di Kota Bau-Bau untuk mengadopsi huruf Hangul yang kemudian dikenalkan alphabet Korea ke dalam kurikulum muatan lokal dimulai dari tingkat sekolah dasar. Sehingga, ke depan masyarakat Kota Bau-Bau akan memiliki daya saing yang tinggi dalam menjawab tuntutan globalisasi,"kata Ibnu Wahid menirukan statemen Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim saat menjelaskan kepada Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Hoo Young.
Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 40 menit itu tambah Ibnu Wahid, tampak terlihat Walikota Bau-Bau H MZ Amirul Tamim dan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Hoo Young larut dalam suasana suka dan memperlihatkan keakraban yang tinggi layaknya suatu persaudaraan global dalam tatanan hubungan internasional. SAID IDU
- Rabu, 8 September 2010Distanhut dan Disperindagkop UKM Baubau Sidak Penjual Daging
- Minggu, 26 Oktober 2008Walikota Siapkan Tiga Nama Calon Sekot Definitif
- Senin, 31 Oktober 2011KFC Hadir di Baubau
- Rabu, 25 Juni 2008Gua La Kasa, Telaga Biru di Perut Bumi Kota Bau-Bau
- Selasa, 11 Mei 2010Kepala Perwakilan PBB Puji Keberhasilan Amirul Pimpin Bau-Bau









