Sebagai kota yang baru berkembang di Sulawesi Tenggara, Kota Bau-Bau dibawah kepemimpinan Walikota Bau-Bau Drs MZ Amirul Tamim M Si terus memoles diri dengan melakukan pembangunan fisik di segala bidang kehidupan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja, menurut anggota DPRD Kota Bau-Bau La Ode Abdul Munafi S Pd M Si demi keseimbangan pembangunan maka pembangunan fisik tersebut haruslah diimbangi dengan pembangunan moral sehingga dapat berjalan dengan baik.
Legislator Partai Bulan Bintang ini menyebut salah satu pembangunan moral yang mesti mendapat perhatian adalah persoalan situs-situs budaya yang ada di daerah ini terutama situs peninggalan masa lalu yang banyak tersimpan di beberapa wilayah Kota Bau-Bau yang mempunyai nilai historis tinggi sampai dengan sekarang ini.
Apalagi, diakui situs budaya merupakan salah satu simbol peninggalan masa yang lalu sehingga memang harus tetap dijaga keutuhannya dengan tidak digusur keberadaannya hanya karena pembangunan yang sedang giat-giatnya sekarang ini.
Salah satu situs budaya yang kemungkinan kena dampak akan pembangunan yang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemkot Bau-Bau adalah situs batu poaro yang berada di Kelurahan Wameo Kecamatan Murhum yang sekarang ini direncanakan untuk reklamasi pantai. Karena itu, meski reklamasi pantai wameo akan terus dilakukan oleh Pemkot Bau-Bau namun situs batu poaro tetap dijaga keberadaan dan keaslian situs tersebut sebab ini merupakan saksi sejarah yang mempunyai nilai historis tinggi. SAID IDU
- Senin, 30 Juni 20082 Pekan Lagi, Festival Perairan Pulau Makassar di Gelar
- Selasa, 26 Agustus 2008Batu Wolio, Lokasi Persemayaman Air Suci Pelantikan Sultan Buton
- Rabu, 16 September 2009Menjelang H-7 Pengamanan di Pelabuhan di Perketat
- Rabu, 25 Juni 2008Menyisir Perairan Bau-Bau Bersama Walikota
- Sabtu, 6 Desember 2008Siapa Penerus Sultan Buton?









