Baubau Logo
Panen Raya Baubau
Amirul Tamim di Panen Raya Bersama Petani
Amirul Tamim di Panen Raya Bersama Petani
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Rabu, 21 Oktober 2009
Bau-Bau Cocok Pusat Pengembangan Budaya Bahari Intim

Tony Rudyansjah dari Universitas Indonesia program pasca sarjana mengatakan, Keunikan dan keunggulan budaya Buton yang dimiliki saat ini sangat cocok untuk dijadikan pusat pengembangan masyarakat dan kebudayaan bahari untuk kawasan Indonesia Timur (Intim) sebelum semua keunggulan itu terlupakan dan akhirnya hilang dari kebudayaan bangsa ini.

Keunikan dan keunggulan yang dimiliki budaya Buton yang dapat diambil hikmah dan dipetik untuk dikaji sehingga cocok sebagai pusat pengembangan budaya bahari Intim diantaranya berhasil mengatasi paradoks yang sesungguhnya bisa menjadi penghambat kemajuan bangsa. Kemudian, kekuasaan yang dalam kebudayaan Buton lebih berarti keberdaulatan diri karena terpayungi dalam pengertian SARA lebih menampilkan proses akumulasi ketimbang proses penaklukan ataupun pergantian/substitusion.

Disamping itu, dengan ada pembagian peran sosial, penguatan simpul-simpul kelembagaan yang ada dalam masyarakat dapat secara efektif terjalin dan tercipta. Serta keberhasilan mengeksplorasi satu wilayah yang sangat sejak dahulu kala.

Dalam pencitraan historis sebagai kontruksi budaya elemen-elemen masyarakat mandiri namun bukan tergantung melainkan ketergantungan. Dicontohkan, kadie-kadie, dalam kelompok bajo (pembuka jalan) menemukan wilayah baru secara mandiri namun didukung kekuatan armada Kesultanan Buton bahkan sudah menemukan karang Asmore di pantai Australia jauh sebelum penduduk Australia menginjakkan kaki disana.

Prof Dr Ir Sumbangan Baja M Phil dalam diskusi budaya pada silaturahim tokoh-tokoh masyarakat Buton Raya Jumat malam (16/10) mengupas tentang proses awal lahirnya Kota Bau-Bau sampai menuju ke pemekaran Provinsi Buton Raya dengan visi jelas dan bertahap serta mengoptimalkan tiga pilar yakni ketersediaan sumberdaya alam, kemampuan sumberdaya manusia dan kemampuan pemanfaatan teknologi.

Guru besar Universitas Hasanuddin Makassar ini mengulas lima butir isyarat ilmiah Bau-Bau sebagai kota budaya strategis yaitu pusat kerajaan dan kesultanan, dibangunnya benteng keraton (masa Sultan La Buke) dengan dukungan VOC, pernah menjadi afdeeling Sulawesi Timur, pernah menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara dan posisinya dalam regional kawasan Indonesia Timur, Bau-Bau pernah menjadi persinggahan kapal kedua paling intens di Makassar. SAID IDU

Berita Lainnya