Baubau Logo
Mesjid Keraton
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Senin, 19 Oktober 2009
Bawapabari Konsep Pengembangan Buton Raya

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bau-Bau yang ke-8 atau Sewindu Baubau memiliki makna yang penting bagi pemerintah dan masyarakat Kota Baubau terlebih dalam pengembangan ke depan. Apalagi, memang daerah ini dipersiapkan sebagai calon ibukota pemekaran Provinsi Buton Raya yang tidak lama lagi akan terbentuk.

Karena itu, Walikota Baubau Drs MZ Amirul Tamim M Si secara terus menerus mempersiapkan daerah ini dengan segala macam konsep pembangunan untuk kemajuan Kota Baubau. Teranyar, orang nomor satu di bumi semerbak ini mencanangkan konsep pengembangan strategis yang dinamakan Bawapabari (Baubau, Wamengkoli, Pasarwajo, Batauga dan Kapontori) sebagaimana konsep pengembang daerah-daerah lain di Indonesia.

Konsep Bawapabari ini juga disampaikan Walikota Baubau MZ Amirul Tamim saat temu silaturahim tokoh-tokoh masyarakat Buton Raya dalam rangka memperingati Sewindu Baubau di aula kantor Walikota Baubau Palagimata Jumat malam (16/10).

Menurut Amirul Tamim, konsep strategis pengembangan Bawapabari sesungguhnya merupakan konsep pengembangan cikal bakal lahirnya pemekaran Provinsi Buton Raya. Pasalnya, disadari Kota Baubau yang kini telah maju dengan pesat tentu tidak akan mungkin dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa daerah-daerah lain di sekitarnya seperti Kabupaten Buton, Wakatobi, Buton Utara dan Bombana.

Demikian pula dengan posisi strategis yang dimiliki Kota Baubau berada pada jalur strategis jalur perdagangan Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Sehingga, dengan konsep pengembangan Bawapabari ini akan semakin tumbuh menjadi kawasan yang lebih menjanjikan untuk masa-masa yang akan datang.

Sementara itu, silaturahim tokoh-tokoh masyarakat Buton Raya dalam memperingati Sewindu Baubau juga dirangkaian dengan peluncuran gerakan Baubau membaca, peluncuran Nada Sambung Pribadi (NSP) yang berisikan 10 buah lagu-lagu daerah Buton oleh Walikota Baubau MZ Amirul Tamim di aula kantor Walikota Baubau Palagimata. Kemudian, dirangkaikan pula dengan diskusi budaya dengan melibatkan tokoh-tokoh yakni Prof Dr Ir Sumbangan Baja M Phil guru besar Universitas Negeri Makassar bidang sistem informasi sumber daya lahan dan regional planing serta Tony Rudyansjah Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Departemen Antropologi program pasca sarjana. SAID IDU

Berita Lainnya