Kota Bau-Bau kembali kedatangan tamu dari pusat. Kali ini duta baca nasional Katon Bagaskara bersama rekan-rekannya yakni Wachyudi Muchsin, Ferry Curties dan Rezky Mulyadi hadir di bumi Semerbak dalam rangka pencanangan gerakan membaca buku bersama Walikota Bau-Bau Drs MZ Amirul Tamim M Si.
Saat konferensi pers di salah satu restoran terkenal di Bau-Bau Kamis (15/10), duta baca nasional Katon Bagaskara mengakui, sesungguhnya membaca buku adalah hal yang menyenangkan supaya tidak terperangkap dalam kurikulum di Indonesia yang terlalu banyak. Apalagi, anak-anak Indonesia nampaknya sudah bosan membaca kurikulum tersebut hingga akhirnya memilih jalan-jalan ke mall dan tempat lainnya ketimbang harus membaca buku-buku kurikulum.
Dicontohkan, negara Jepang yang sama-sama dengan Indonesia merdeka bahkan negaranya hancur ketika itu akibat perang perlahan-lahan bangkit karena Kaisar Hirohito menganjurkan kepada rakyatnya untuk membaca buku apa saja sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga, Jepang kini menjadi negara maju bahkan bisa menyamai Amerika dan negara-negara lainnya.
Katong Bagaskara salut dengan Walikota Bau-Bau Amirul Tamim yang membuka diri untuk berpikir maju karena menyadari bila rakyatnya gemar membaca buku maka daerah ini akan maju.
Wachyudi Muchsan salah satu rekan Katon Bagaskara berharap budaya membaca buku muncul sesuai dengan segmentasi yakni kalau di Bau-Bau adalah laut maka sektor pariwisata yang menjadi penting dan nilai ekonomi akan naik setelah membaca buku.
Sedangkan Ferry Curties menegaskan, membaca buku merupakan budaya yang sangat menarik. Namun yang harus menangkap peluang ini yakni masyarakat sebab pihaknya hanyalah memantik saja untuk memunculkan apinya sementara masyarakat harus tanggap.
Hal senada ditegaskan Rezky Mulyadi yang juga penyiar radio merkurius Makassar dimana bila gerakan membaca buku merupakan trik-trik untuk masyarakat terlibat. Bahkan, di Makassar sekarang ini keterlibatan masyarakat sudah cukup baik yang ditandai dengan adanya perkembangan yang sebelumnya bila program ini belum ada keterlibatan masyarakat maka hanya ada 14 taman bacaan buku. Akan tetapi, setelah masyarakat terlibat sehingga untuk saat ini sudah ada sekitar 200 taman buku di Makassar. Hal ini pun tak terlepas dari peran Walikota Makassar Ilham Arief Siradjuddin yang langsung menyerap program gerakan membaca buku. Termaksud pula di daerah-daerah lain seperti Gorontalo yang Gubernurnya Fadel Muhammad berperan dalam program ini. SAID IDU
- Jum'at, 3 Oktober 2008Tradisi ‘Dua Syawalan’ di Bau-Bau Berlangsung Meriah
- Senin, 2 Nopember 2009Anjing Liar di Bau-Bau Akan Diberantas
- Senin, 26 Juli 2010Amirul Ingin Mahasiswa Korea Promosikan Baubau
- Selasa, 28 Oktober 2008HUT Sumpah Pemuda Berlangsung Hikmad
- Minggu, 4 Oktober 2009CPNSD Bau-Bau Ikut Diklat Prajab









