Baubau Logo
Pelabuhan Bongkar Muat Barang
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Sepanjang 2006 volume bongkar barang mencapai 217.196.308 ton dan muat barang sebanyak 94.479.908 ton
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Kamis, 6 Agustus 2009
Kota Bau-Bau dan Seoul Korea Selatan

Keanekaragaman bahasa dan budaya di kota Bau-Bau telah membuka mata dunia untuk melihat lebih dekat tentang keunikan hal tersebut, hal ini juga ditandai dengan simposium internasional pernaskahan nusantara  IX  bulan agustus 2005 yang dipusatkan di baubau dimana salah seorang nara sumber berkebangsaan korea yakni Prof Chun  Thai Yun  telah mampu meyakinkan sebuah yayasan di negaranya untuk mengenal lebih dekat kota baubau , dari catatan sejarah tersebut Jejak langkah kota bau-bau untuk menjadi daerah yang terkenal di dunia perlahan-lahan membuahkan   hasil, hari ini dibuktikan dengan pemberitaan disemua media cetak dan elektronik di Seoul Korea Selatan memberitakan tentang Kota Bau-Bau.

head line news atau berita utama yang di publikasikan adalah tentang "CiaCia Text Book". seperti yang dilansir di beberapa media dalam topiknya "Korean Chosen as Official Alphabet by Indonesian Minority Tribe "Korean News" (www.korea.net) menyebutkan bahwa Hangeul alphabet korea telah memilih dan meresmikan untuk menjadikan tulisan utama di salah satu daerah kecil di Indonesia, dalam hal ini kota baubau tepatnya di kecamatan sorawolio suku laporo yang menggunakan bahasa ciacia dalam kesehariannya, hunminjeongeum socety juga menambahkan bahwa pembelajaran bahasa ciacia dalam alphabet Korea telah di mulai bulan lalu di sekolah dasar dan sekolah menengah umum di kota baubau.

Pemberitaan lainnya juga termuat MSN news yang merupakan sebuah homepage yang memuat berita-berita penting dan terfavorit di dunia dengan topik "Indonesian tribe to use Korean alphabet: scholar'' yang isinya diantaranya disalah satu daerah kecil di indonesia telah memutuskan untuk mengadopsi alphabet korea (hangeul) ke dalam bahasa daerah ciacia di kecamatan sorawolio kota baubau, bahasa ciacia sekarang telah melestarikan bahasa asli mereka melalui alphabet korea "ungkap Prof Ho-young Lee sebagai peneliti ponetik di universitas nasional seoul sekaligus anggota daripada hunminjeongeum society.

lanjut beliau" buku ini adalah sebuah catatan sejarah dan budaya dalam pengembangan "hangeul" alphabet korea di dunia dan sekaligus menjalin hubungan kerjasama serta promosi daerah kota baubau dengan korea selatan untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Menangggapi hal ini, walikota baubau melalui via ponselnya mengatakan bahwa puji syukur kepada Allah SWT sebab kota baubau hari ini telah menjadi buah bibir di seoul korea selatan dan menjadi pemberitaan utama di semua media baik elektronik maupun cetak, dan tentunya kita berharap peristiwa hari akan memberikan dampak yang begitu besar terhadap kemajuan daerah kota baubau, khususnya dalam rangka promosi daerah di negara maju sekaliber seoul korea selatan, bersamaan dengan itu tentunya juga kita harus siap dan terus berbenah diri untuk menjadi sebuah daerah tujuan wisata dan investor di kota semerbak

Berita Lainnya