Eksotisme Bawah Laut Baubau
Ikan dan Koral serta ekosistem lainnya yang masih terjaga dengan baik
Pembangunan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat program dan kegiatan yang direncanakan harus dapat memberikan arti dalam peningkatan kesejahteraan bukan sekedar memenuhi kewajiban pemerintah atau lebih parah lagi kalau program yang disusun hanya untuk memenuhi target-target adminitrasi semata .
Hal ini perlu diingatkan karena Pemprov Sultra dari tahun ke tahun telah menganggarkan dana pembangunan di sector pertanian tapi kesejahteraan petani belum memperlihatkan peningkatan yang siginifikan. Apalagi kalau diikuti arahan-arahan dari Bappenas waktu Musrembang Provinsi yang lalu.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur Sultra H Saleh Lasata saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan pertanian Sultra tahun 2010 di aula kantor Walikota Bau-Bau Palagimata, Rabu (01/4).
Menurut mantan Bupati Muna ini, produktifivitas lahan sawah saat ini hanya berkisar maksimum 4 ton sejak beberapa tahun lalu. Sementara harga sarana produksi semakin meningkat termaksud harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini harus menjadi keprihatinan bersama karena bila petani sejahtera maka tentu kesejahteraan masyarakat Sultra akan lebih kelihatan.
Hal ini juga ungkap Saleh Lasata ditunjukkan oleh indicator makro ekonomi yaitu pada sector pertanian memberikan kontribusi sekitar 43 persen PDRB dan 59 masyarakat Sultra berprofesi sebagai petani. “Dalam diskusi yang dilakukan pada Musrembang Provinsi yang lalu telah memberikan banyak input dan juga saran-saran yang menunjukkan semangat perbaikan dan pembaharuan dalam pembangunan di daerah ini. Dan telah ada juga usulan selayaknya Musrembang pertanian lebih awal dari Musrembang Provinsi. Tak ada masalah namun yang penting ada kesimbangunan program-program bidang pertanian dengan hasil Musrembang Provinsi yang lalu bahkan mungkin saja ini penjabaran-penjabaran yang khusus maupun teknis,”ungkapnya.
Sementara itu Walikota Bau-Bau Drs. MZ Amirul Tamim M.Si berharap agar Musrenbang pertanian bisa memberikan hasil-hasil yang benar sehingga Sultra dapat berswasembada beras, jagung, kedelai dan daging. Karena itu, program-program pembangunan Gubernur harus bersinergis dengan semangat pembangunan Kab/Kota di era otonomi daerah. Pasalnya, bila tidak bersinergis maka program-program pembangunan itu akan bias.
Kota Bau-Bau sekarang ini sudah bersinergis dengan program pembangunan Provinsi. Namun pembangunan di Kota Bau-Bau memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain yakni karakter pembangunan pedesaan dengan berbasis pertanian sehingga Bau-Bau harus bisa menyediakan cadangan logistik lokal untuk ketahanan pangan. Kemudian karakter perkotaan dengan berbasis jasa dan perdagangan. (Lay-Kepres)
- Jum'at, 29 Mei 2009Bau-Bau akan dikunjungi Kapal Pesiar terbesar didunia
- Kamis, 14 Januari 2010Walikota Bau-Bau dan Dubes Korea Selatan Bertemu di Jakarta
- Sabtu, 23 Agustus 2008Industri Kain Tradisional Mulai 'Menggeliat': Kebijakan Seragam PNS dari Motif Kain Tradisional
- Selasa, 19 Juli 2011Pemkot Baubau Sambut Meriah KRI Dr Soeharso
- Selasa, 9 September 2008Jalan Tembus Kalialia - Kolagana Mulai Dirancang








