Baubau Logo
Eksotisme Bawah Laut Baubau
Ikan dan Koral serta ekosistem lainnya yang masih terjaga dengan baik
Ikan dan Koral serta ekosistem lainnya yang masih terjaga dengan baik
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Kamis, 12 Maret 2009
Budaya Damai untuk Penyelenggaraan Pemilu

Untuk mengembangkan sistim politik yang demokratis khususnya dalam penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas perlu ditopang dan dilandasi dengan budaya damai yang diekspresikan melalui nilai-nilai kesantunan nasional yang berisi sportivitas, menghargai perbedaan, santun dalam berprilaku, mengutamakan keharmonisan, kedamaian, kerukunan dan anti kekerasan.

Demikian dikatakan Kapolres Bau-Bau AKBP Drs. Jafriedi MM ketika membacakan sambutan Kapolri Jenderal Polisi Drs H Bambang Hendarso Danuri MM saat gelar pasukan Polres Bau-Bau dan jajarannya didukung komponen terkait di pantai kamali, Rabu (11/3).

Pengalaman selama ini menurut Jafriedi, dalam euforia reformasi berdemokrasi melalui penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah selama ini kiranya arif untuk intropeksi bahwa budaya damai inilah yang harus dijaga dan tunjukkan dengan kadar yang lebih baik lagi pada penyelenggaraan Pemilu anggota legislatif DPRD, DPR dan DPD maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2009 ini.

Jafriedi menyadari dalam penyelenggaraan Pemilu kepala daerah selama ini di beberapa daerah termaksud dalam menyampaikan pendapat di muka umum atau dalam berunjuk rasa masih diwarnai dengan situasi yang kontra produktif. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya tindakan yang tidak sportif, memaksakan kehendak dan tidak menghargai perbedaan sehingga timbul konflik horizontal  bahkan melakukan kerusuhan massal dan tindakan anarkis yang menimbulkan kerusakan aset negara, simbol-simbol negara dan fasilitas umum, menimbulkan korban jiwa serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat akibat terprovokasi oleh sekelompok orang yang menginginkan kekacauan dan kegagalan dalam proses demokrasi di Indonesia.

Diungkapkan, potensi dan ambang gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilu 2009 memang berbeda dengan kondisi pada saat penyelenggaraan Pemilu 2004 yang lalu. Perkembangan situasi lingkungan nasional di beberapa daerah masih ditandai dengan isu pemekaran wilayah, separatisme maupun residu Pemilu kepala daerah ditambah suhu politik menjelang kampanye terbuka Pemilu legislatif yang diikuti oleh partai politik yang berjumlah 38 Parpol ditambah lagi dengan enam partai lokal di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terdeteksi mulai memanas.

Namun demikian jelas Jafriedi, untuk mengantisipasi semua perkembangan lingkungan strategis tersebut maka Polri telah memetakan karateristik kerawanan daerah yang dibagi menjadi tiga kriteria yakni aman, Rawan I dan Rawan II yang diharapkan masing-masing satuan tugas Polda melalui Sapta siap dan Panca siap sudah memahami dan menyiapkan diri didukung alat peralatan yang memadai serta cara bertindak yang cermat guna mengamankan Pemilu tahun 2009 (tahap inti).

Sementara itu, sebelum dilaksanakan upacara gelar pasukan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan barisan oleh inspektur upacara dalam hal ini Kapolres Bau-Bau AKBP Drs Jafriedi MM bersama Walikota Bau-Bau Drs. MZ Amirul Tamim M.Si dan unsur Muspida. Pemeriksaan barisan tersebut juga didampingi komandan pasukan upacara Ipda Hernawan Resky. Dan selesai upacara dilakukan pawai keliling Kota Bau-Bau yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. (Lay-Kepres)

Berita Lainnya