Masyarakat Kota Bau-Bau dan kawasan Buton Raya pada umumnya patut berbangga dengan tampilnya putra daerah ini, Drs MZ Amirul Tamim M, Si yang memimpin kota-kota di kawasan timur Indonesia. Paling tidak, Ia menjadi sosok ‘anak Buton’ yang pertama kali meraih predikat ini, dan lebih patut dihargai, posisi Amirul Tamim sebagai Walikota Bau-Bau, juga merupakan walikota pertama kali yang bukan berasal dari ibukota provinsi yang dipercaya menduduki posisi ketua APEKSI. Inilah yang terjadi pada suksesi Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) VI ke 5 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di hotel Clarion Makassar awal Desember lalu.
Musyawarah yang dijadwalkan pelaksanaannya selama dua hari namun para
peserta semua sepakat dapat menyelesaikan hanya sehari saja, ada tiga
agenda kegiatan yang dilaksanakan di Muskomwil VI ke 5, diantaranya
pameran dan lomba foto, City Tour, dan pemilihan Ketua Komwil VI APEKSI.
Pada Pameran dan Lomba foto yang diadakan panitia Muskonwil VI ini dari
hasil dewan juri dari LKBN Antara menetapkan untuk lomba foto dalam
kategori tema Kemiskinan kota diraih Pemkot Gorontalo sebagai juara I
dan Tema Ruang Hijau terbuka dimenagkan Pemkot Makassar sebagai juara
I, demikian dikatakan Panitia Muskonwil VI sesaat sebelum penutupan.
Dalam Muskonmil ini seluruh peserta sepakat memilih Walikota Bau-bau,
MZ. Amirul Tamim sebagai ketua Konwil VI, dari sebanyak 17 Anggota
(Walikota) yang hadir pada pertemuan ini sangat minin yang dating
rata-rata hanya diwakili saja, kata Panitia Jumat (4/12).
Sebenarnya ‘sinyal’ terpilihnya Amirul Tamim sebagai ketua APEKSI ini,
sudah tergambar Mei Juni 2007 lalu, dimana Kota Bau-Bau mendapat
kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggara Rapat Kerja Apeksi.
Menariknya 15 Walikota kawasan timur Indonesia yang hadir ‘diam-diam’
memberi apresiasi positif terhadap perkembangan Kota Bau-Bau, bahkan
beberapa diantaranya seperti Walikota Makasar saat itu, Ilham Arif
Sirajuddin, Walikota Ternate (Wakil Ketua APEKSI pusat) Samsir Andili
dan Walikota Palu mengaku salut dengan apa yang dilihatnya di Bau-Bau.
Belum lagi, pada saat usai Rapat digelar, Walikota Bau-Bau menggagas
lahirnya Monumen persatuan Indonesia Timur sebagai simbolik kebangkitan
masyarakat kawasan Timur Indonesia, yakni Monumen Naga di pantai Kamali
Bau-Bau yang persemiannya tepat pada hari Kesaktian Pancasila 1 Juni
2007, yang penandatanganannya dilakukan oleh 15 Walikota yang hadir.
Suatu kebanggaan yang didapat diperoleh pada sejumlah anggota APEKSI
Konwil VI yang meliputi wilayah daerah pulau Sulawesi, Maluku dan
Papua, karena dengan adanya wadah ini sebagai pemersatu dalam visi dan
misi membangun Indonesia Timur umumnya dan bisa berbuat lebih banyak
untuk kesejahteraan masyarakat pada khususnya, papar Ketua Konwil VI
Apeksi yang baru, MZ. Amirul Tamim kepada wartawan pada jumpa pers
setelah usai penutupan Konwil VI, Jumat (4/12).di Makassar.
Menurut Amirul Tamim, semestinya kalau diperhatikan secara seksama
keberadan masyarakat Indonesia Timur masih tertinggal dari segi
perekonomian dan infrastruktur, pada kalau dilihat secara cultural
daerah dalam wilayah VI APEKSI ini yang sangat menonjol dari segi
kemaritiman, dan Pariwisata sebagai unggulan ke 17 daerah kota ini,
jelasnya, “ Sebagai tugas yang telah diamanahkan dalam memimpin APEKSI Konwil VI
yakni dapat melanjutkan program kepengurusan yang lalu dengan
melanjutkan pundi-pundi yang telah dilaksanakan yang lalu, dengan
membawa APEKSI bisa berperan sebagaimana mestinya ,” ucap Walikota
Bau-bau ini.
Walikota Bau- Bau ini dengan diamanahkan sebagai pemimpin diorganisasi
perkumpulan sejumlah Walikota pada wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua
harus mampu membangun kerjasama terhadap sesama anggota APEKSI atau
kota dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pada
umumnya , dan tujuan membangun kota masing-masing dengan membantu juga
daerah-daerah yang terkebelakang atau tertingal dalam wilayah yang
sama. (hamzah/inkom)
- Kamis, 4 Desember 2008Satpol Pol PP Sita Ribuan Botol Miras Tak Berlabel
- Jum'at, 5 Maret 2010Kesiapan Bau-Bau Gelar Sail Indonesia 2010 Diuji
- Kamis, 1 April 2010Menyambut Persahabatan Bau-Bau dan Seoul
- Senin, 14 Desember 2009Walikota Bantu Nelayan GPS dan Katinting
- Selasa, 11 Mei 2010Kepala Perwakilan PBB Puji Keberhasilan Amirul Pimpin Bau-Bau









