Ketua Dewan Kerajinan Nasioanal Daerah Propinsi Sultra, Ny. Hj. Dra Tina Asnawati Nur Alam melalui Kepala Badan Informasi Komunikasi dan pengolahan data Kota Bau-Bau Drs. Sadarman M.Si pada pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Bau-Bau Periode 2008-2013, di aula Kantor Walikota Bau-Bau Palagimata mengakui jenis kerajinan di Kota Bau-Bau cukup banyak seperti mutiara, perak, anyaman, tenunan dan lainnya. Namun yang perlu diperhatikan dekranas Kota Bau-Bau adalah bagaimana meningkatkan mutu dan daya tarik hasil kerajinan sehingga nanti, dengan potensi yang dimiliki Kota Bau-Bau akan dapat menyerap tenaga kerja dan menunjang perekonomian daerah.
Menurut Sadarman, menghadapi era globalisasi, Dekranas perlu membuka akses dengan pihak terkait seperti disperindag, pihak Bank dan pelaku-pelaku ekonomi yang ada didaerah, sehingga para pengrajin dapat memperoleh pinjaman modal dan dengan kesiapan modal tersebut, pengrajin dapat lebih berkreasi dan mengahasilkan, hasil kerajinan yang punya daya saing. "Diharapkan Dekranas Kota Bau-Bau dibawah kepemimpinan Ny Yusni Amirul, akan lebih maju,"dekranas harus bisa" tegas Sadarman mengutip pernyataan Nyonya Tina Nur Alam yang memberi semangat kepada dewan dekranas Kota Bau-Bau yang baru dilantik.
Walikota Bau-Bau ungkap Sadarman juga mengakui jika Kota Bau-Bau memiliki potensi dibidang seni dan kerajinan yang masih terpelihara, untuk mengembangkannya tentu punya tantangan, tetapi seperti apa yang disampaikan pimpinan Dekranas Propinsi, memang Dekranas Kota Bau-Bau harus bisa meningkatkan hasil kerajinan agar punya daya saing. Bahkan, masih ada hasil kerajinan Kota Bau-Bau belum mampu meyesuaikan selera pasar. Namun diyakini dengan semangat, kesungguhan dan komitmen Dekranas Sultra , termasuk Kota Bau-Bau untuk mengambil peran dalam menumbuh kembangkan potensi yang ada, sehingga keberhasilan akan dicapai.
Apalagi, kini Kota Bau-Bau memiliki 100 lebih jenis tenunan yang merupakan hasil kearifan masa lalu yang sangat membangkan, meskipun tidak pernah diketahui siapa yang menemukan corak, dan warna tenunan yang dipadukan dengan corak alam tersebut. "Dan saat tugas Dekranasda bagaimana menemu kenali menggali potensi,dan kita masuk pada pasar yang cukup menjanjikan, apalagi Bau-Bau dan Sultra secara umum sementara giat-giatnya menjadi perhatian daerah lain,"ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranas Kota Bau-Bau Ny. Yusni Amirul mengatakan kedepan Dekranas Kota Bau-Bau akan lebih giat untuk meningkatkan keterampilan baik itu berupa corak dan motif tenunan, maupun kerajinan lain seperti kuningan, mutiara, perak dan berbagai kerajinan lainnya.
Dekranas Kota Bau-Bau selama ini telah melakukan kerja sama dengan dinas terkait dan pelaku ekonomi seperti halnya pihak bank, hal tersebut merupakan bentuk perhatian dekranas untuk membantu para pengrajin.Sementara pemerintah juga telah banyak memberikan bantuan kepada para pengrajin, salah satunya, dengan kebijakan pemerintah Kota Bau-Bau untuk memakai seragam tenunan daerah dua hari dalam seminmggu membuat pengrajin cukup kewalahan melayani pesanan.
Dekranas Kota Bau-Bau jelas Nyonya Yusni Amirul akan memberikan pula perhatian kepada semua pengrajin dan semua jenis kerajinan di Kota Bau-Bau,karena kerajinan Kota Bau-Bau sudah cukup banyak maka tugas utama Dekranas tinggal meningkatkan mutu hasil kerajinan dan promosi keluar. (Lay-Kepres)
- Jum'at, 17 Oktober 2008Dewan Bau-Bau Ketok Palu Pemekaran Kecamatan Lea-Lea
- Kamis, 19 Nopember 2009Distributor Musnahkan Produk Kadaluarsa
- Jum'at, 3 Juli 2009Kota Bau-Bau dan Keberpihakannya terhadap Lingkungan
- Selasa, 29 Desember 2009Dinkes Bau-Bau Antisipasi DBD
- Rabu, 25 Juni 2008Bangun Gedung Khusus Untuk Pramuka









