Pelabuhan Baubau
Posisi Kota Baubau yang strategis merupakan pintu gerbang pelayaran bagi kapal laut yang berasal dari kawasan Barat ke kawasan Timur Indonesia
Luar biasa, itulah yang terucap dari pernyataan Gubernur Sultra H. Nur Alam, SE saat di temui dilapangan Syech Yusuf Kabupaten Gowa Sulsel usai Kirab Prajurit Kesultanan pada acara Festival Keraton Nusantara (FKN) VI Gowa, Sabtu (15/11).
Menurut orang nomor satu Sultra ini, kegiatan Festival Kraton Nusantara merupakan sebuah bukti bahwa bangsa saat ini memiliki peradaban dan nilai-nilai budaya yang tak terbantahkan.
Dengan mengenakan jubah kebesaran Kesultanan Buton yang hadir didampingi Bupati Buton HLM. Sjafei Kahar dan Wakil Walikota Bau-Bau HLM. Halaka Manarfa masing-masing dengan jubah kebesaran Kesultanan Buton tampak ketiga sosok pemimpin ini tampil berwibawa diantara para raja dan sultan se-Nusantara.
Ketika dimintai pendapat tentang keikutsertaan Kesultanan Buton, Nur Alam mengatakan apresiasi positif. Bahkan, iya menyatakan kesiapan jika kegiatan budaya yang berskala nasional untuk diselenggarakan di Sulawesi Tenggara khususnya di Kesultanan Buton. “Saya sangat merespon jika kegiatan budaya yang berskala nasional untuk dilaksanakan di Sultra. Bila perlu lebih cepat lebih baik,” ujar Nur Alam dengan optimis.
Hal ini disampaikan setelah meyaksikan penampilan barisan pasukan Kesultanan Buton yang tak kalah dengan barisan kerajaan dan kesultanan lain se-nusantara yang juga turut ikut dalam kirab prajurit di Lapangan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
Terkait Buton Raya, Nur Alam juga menyambut baik sebab Buton Raya adalah kemauan politik seluruh elemen masyarakat yang disambut baik. Ia mengharapkan agar upaya ini terus dilakukan baik melengkapi administrasi hingga kelengkapan syarat lain sehingga dengan secepatnya terwujud.
Soal Buton Raya, dirinya bersama para kepala daerah di Buton Raya yakni Walikota Bau-Bau, Bupati Buton, Bupati Wakatobi dan Bupati Buton Utara akan terus berupaya agar Provinsi Buton Raya secepatnya terwujud.
Disaat yang sama, Wakil Walikota Bau-Bau, HLM. Halaka Manarfa juga menyatakan keyakinan jika setiap pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai budaya maka akan tercipta kedamaian negeri. “Budaya adalah roh kehidupan bermasyrakat yang dapat mempersatukan berbagai hal. Untuk itu kepada seluruh masyarakat di eks Kesultanan Buton agar mari tetap mempertahankan kebesaran nilai-nilai budaya demi kejayaan negeri kita,” ujarnya. (Barin-Medsul)
- Sabtu, 31 Juli 2010Pemkot dan DPRD Baubau "Belajar" Pengelolaan Aset di Bogor
- Rabu, 2 September 2009Bungi Dibidik Jadi Jalur Lintas Baubau-Butur-Buton
- Sabtu, 21 Februari 2009KAMPUA : Mata Uang Kesultanan Buton yang Tertua di Sulawesi
- Rabu, 18 Januari 20122012, Pemkot Optimalkan Pengelolaan Samparona
- Selasa, 14 Juni 20111 Juli Pembangunan PLTU Baubau Dimulai








