Pagelaran acara ‘Nuansa 2 Syawal’ yang merupakan hajatan warga Pulau Makasar Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dan digelar sejak Kamis kemarin (2/9) hingga Jumat hari ini berlangsung meriah dengan melibatkan warga Pulau Makasar yang berdomisili baik dalam wilayah Kota Bau-Bau maupun perantauan yang sempat mudik lebaran tahun ini.
Kemeriahan acara yang sudah merupakan tradisi budaya terlihat dengan terlibatnya hampir seribuan warga Puma, dan terkemas dalam gabungan aneka ragam acara berbau ritual, olahraga dan seni, dengan puncak acara dipusatkan di sebuah kawasan bentangan pasir putih nan indah bernama Pantai Lakorapu.
Beberapa ritual acara tersebut diantaranya, persembahan doa syawalan oleh tetua adat setempat, persembahan ‘Manca’ yang merupakan tradisi Pencak Silat yang dimainkan pesilat usia anak-anak hingga orang dewasa dengan permainan alat yang melibatkan sejumlah benda tajam diantaranya Badik dan Trisula. Lainnya, acara olah raga seperti sepak Bola pantai dan Bola Volly Pantai, yang pesertanya bernuansa nasional, karena ada beberapa tim yang berasal dari Papua dan Kalimantan.
Walikota Bau-Bau, Drs MZ. Amirul Tamim, M.Si didampingi wakilnya Drs. H. Laode Moch. Halaka Manarfa serta segenap pejabat di kota ini dalam sambutannya mengatakan, tradisi syawalan ini telah menjadi agenda wisata Kota Bau-Bau dengan nama ‘Nuansa 2 Syawal’ yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.
“Ini kegiatan yang terbilang langka di Indonesia, dan kita akan mengusulkan ke pusat agar menjadi agenda wisata secara nasional,” ujar Amirul Tamim.
Lebih menarik lagi, karena tradisi 2 Syawalan yang digelar tahun ini menghasilkan kesepakatan bersama antara Warga Pulau Makasar dengan Pemkot Bau-Bau, yakni Kepedulian terhadap lingkungan yang disebut ‘Laut Pulau Makasar Bersih’ dimana warga berjanji akan menjaga Laut Pulau Makasar dari sampah dan pencemaran lainnya.
Komitmen lainnya, adalah warga Pulau Makasar berupaya membangun rumah dengan sistem rumah panggung. “Kita ingin pulau ini ramah lingkungan” ujar Alimuddin Matu, tokoh pemuda setempat.
Salah seorang wisatawan, Greg Thompson asal Australia mengungkap kekagumannya dengan tradisi dan komitmen warga Puma ini. “Saya merasa Pulau Makasar akan menjadi pulau yang menjadi salah satu tujuan wisata di indonesia,” katanya. (hamzah)
- Kamis, 5 Nopember 2009Kembalikan Bau-Bau Peraih Adipura
- Senin, 11 Oktober 2010Ritual Tuturangiana Batu Poaro Kebiasaan Leluhur Tetap Lestari
- Selasa, 16 Agustus 2011Ritual Qunut Ramadhan Simbol Proses Kehidupan Manusia
- Rabu, 28 Januari 2009Wawali Dukung Pembentukan KPAD
- Rabu, 25 Juni 20084 Kepala Daerah Sepakat Bentuk Provinsi Buton Raya









