Walikota Tegur Nelayan Rumput Laut
- Karena lebih tonjolkan panen ‘instant’ daripada mutu
Walikota Bau-Bau Drs MZ. Amirul Tamim M.Si didampingi Wakilnya Drs H.
La Ode Halaka Manarfa dan Kepala Kantor Infokom Bau-Bau Drs Sadarman
M.Si saat mengunjungi kawasan nelayan rumput laut di Palabusa Kecamatan
Bungi Kota Bau-Bau hari Sabtu ini (27/9) tak ragu memberikan teguran
keras kepada para nelayan yang tidak mengikuti procedural panen yang
justru menjatuhkan citra Kota Bau-Bau sebagai penghasil rumput laut
berkualitas di Indonesia.
“Jangan memanen jika bukan waktunya, apa yang saudara lakukan hanya
mengejar masa panen yang cepat tetapi justru merugikan diri Anda
sendiri dan juga nama kota Bau-Bau sebagai penghasil rumput laut yang
berkualitas, cara Anda tidak bermutu,” tegur Walikota kepada para
nelayan.
Menurut Walikota, masa panen ideal adalah 45 hari dengan anakan yang
harus sesuai petunjuk. “kepada para penyuluh segera beri penyuluhan
kepada warga Palabusa, jangan sampai kualitas dan harga turun gara-gara
mereka tidak paham, bagaimana menghasilkan rumput laut yang
berkualitas,” ujarnya.
Menurut Walikota ia sengaja memberikan teguran keras itu, tujuannya
adalah untuk peningkatan kesejahteraan rumput nelayan itu sendiri.
“Kita tak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada nelayan, kita juga
khususnya penyluh perlu berbenah,” imbuhnya. (zah/inkom)









